Lionel Messi, megabintang sepak bola dunia, secara resmi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari panggung internasional bersama tim nasional Argentina. Keputusan mengejutkan ini datang setelah kekalahan Argentina di final Copa América Centenario pada 5 Juni 2016.
Pengumuman pensiun Messi ini menjadi penutup babak penting dalam kariernya yang gemilang bersama Albiceleste. Keputusan ini sontak menjadi sorotan utama media dan para penggemar sepak bola di seluruh dunia, menimbulkan pertanyaan mengenai alasan di balik langkah drastis tersebut.
Kekecewaan mendalam pasca-kekalahan di final Copa América Centenario 2016 tampaknya menjadi pemicu utama keputusan Messi. Dalam pertandingan yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Argentina harus mengakui keunggulan Chile melalui drama adu penalti. Messi sendiri menjadi salah satu eksekutor yang gagal dalam adu tos-tosan tersebut.
Setelah pertandingan yang berakhir tragis bagi Argentina, Messi langsung menyatakan keputusannya. “Ini adalah keputusan yang sudah saya pikirkan, saya rasa sudah cukup bagi saya untuk pensiun dari timnas,” ujar Messi kepada media usai pertandingan tersebut, sebagaimana dikutip oleh ESPN. Ia menambahkan, “Banyak orang menginginkan ini, mereka tidak puas, dan kami juga tidak puas. Saya rasa saya tidak bisa memberikan apa-apa lagi.”
Keputusan pensiun Messi ini bukanlah kali pertama ia mempertimbangkan langkah serupa. Sebelumnya, setelah kekalahan Argentina di final Piala Dunia 2014 melawan Jerman, Messi juga sempat mengutarakan niat untuk mundur. Namun, kali ini, ia tampak lebih mantap dengan keputusannya.
Kekalahan di Copa América Centenario 2016 menjadi kekalahan final keempat Messi bersama timnas senior Argentina. Selain Piala Dunia 2014 dan Copa América 2016, ia juga harus menelan pil pahit di final Copa América 2007 dan 2015. Rentetan kekalahan di partai puncak ini, ditambah dengan tekanan dan kritik yang sering ia terima, tampaknya membebani sang kapten.
Messi menegaskan bahwa keputusannya ini bukan karena tekanan dari pihak lain, melainkan murni dari lubuk hatinya yang terdalam. “Saya sudah mencoba, saya sudah berjuang. Saya sangat ingin memenangkan gelar dengan Argentina, tetapi saya tidak bisa,” ungkapnya dengan nada kecewa. Ia juga menyatakan bahwa ia akan fokus pada kariernya bersama klubnya, FC Barcelona.
Meskipun demikian, masa depan Messi di timnas Argentina masih menjadi tanda tanya. Banyak pihak berharap ia dapat mengurungkan niatnya dan kembali memperkuat negaranya. Namun, untuk saat ini, Lionel Messi telah resmi menutup babak kariernya bersama timnas Argentina.
