Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
OLAHRAGA

Tunggakan Gaji Pemain Rp14 Miliar, APPI Desak I.League Beri Sanksi Klub

Oleh Emanuel September 1, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mendesak Indonesian Football League (I.League) untuk segera menindaklanjuti tunggakan gaji pemain yang mencapai angka fantastis Rp14 miliar. Desakan ini muncul menyusul akumulasi masalah pembayaran gaji yang terus berlarut-larut dan berpotensi mengganggu kelancaran kompetisi musim 2026/2027 mendatang.

APPI telah berulang kali menyuarakan keprihatinan atas kondisi ini. Menurut data yang dihimpun, total tunggakan gaji pemain dari berbagai klub mencapai Rp14.033.926.429. Angka ini merupakan akumulasi dari beberapa klub yang bermasalah dalam memenuhi kewajiban pembayaran kepada para atletnya.

Tak hanya sekadar menuntut, APPI juga telah melayangkan surat resmi kepada I.League. Surat tersebut berisi permintaan agar federasi sepak bola Indonesia mengambil tindakan tegas terhadap klub-klub yang menunggak gaji. Hal ini penting demi menjaga marwah kompetisi dan hak-hak para pemain.

Presiden APPI, Firman Utina, menegaskan bahwa masalah tunggakan gaji ini bukan isu baru dan terus berulang setiap musimnya. “Ini sudah menjadi masalah kronis yang harus segera diselesaikan secara tuntas. Kami tidak ingin permasalahan ini terus berlarut-larut hingga mengganggu jalannya liga di masa depan,” ujar Firman Utina dalam sebuah pernyataan.

Lebih lanjut, APPI menekankan bahwa hak pemain untuk menerima gaji sesuai dengan kontrak adalah fundamental. Keterlambatan atau penunggakan gaji bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat berdampak besar pada performa dan motivasi pemain di lapangan. “Ketika hak mereka tidak terpenuhi, tentu akan memengaruhi fokus dan konsentrasi pemain. Ini tidak sehat bagi kompetisi,” tambahnya.

APPI berharap I.League dapat segera mengevaluasi regulasi yang ada dan memberikan sanksi yang tegas kepada klub-klub yang terbukti melakukan penunggakan gaji. Langkah ini diharapkan dapat menjadi efek jera dan memastikan bahwa setiap klub mematuhi kewajiban finansial mereka kepada para pemain.

Perlu dicatat, APPI sendiri telah berupaya menjembatani komunikasi antara pemain dan klub, namun penyelesaian masalah ini memerlukan intervensi dan ketegasan dari otoritas liga. Desakan ini diharapkan menjadi momentum bagi I.League untuk melakukan perbaikan sistemik terkait manajemen keuangan klub dan perlindungan hak-hak pesepakbola profesional di Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp