Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) secara resmi mengumumkan hasil seleksi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Jumat, 26 Juni 2026. Pengumuman daring ini menjadi penanda krusial bagi para siswa berprestasi yang telah menunjukkan kemampuannya untuk melangkah ke tahap kompetisi yang lebih tinggi, yaitu tingkat provinsi.
Rangkaian OSN-K sendiri telah rampung dilaksanakan pada 8 Juni 2026 untuk jenjang SD dan 11 Juni 2026 untuk jenjang SMP. Peserta yang berhasil lolos dari seleksi tahap awal ini berhak untuk melanjutkan perjuangan mereka dalam kompetisi yang lebih bergengsi di tingkat provinsi, yang dijadwalkan akan bergulir pada bulan Juli mendatang.
Bagi siswa SD, tahapan selanjutnya yang menanti adalah uji coba dan seleksi tingkat provinsi yang akan diselenggarakan pada 6 Juli 2026. Sementara itu, siswa SMP akan terlebih dahulu mengikuti uji coba pada 30 Juni hingga 1 Juli, sebelum menghadapi seleksi tingkat provinsi pada 9 Juli 2026. Puncak pengumuman hasil seleksi tingkat provinsi direncanakan serentak pada 20 Juli 2026, membuka jalan bagi para pemenang untuk berpartisipasi dalam babak semifinal yang akan berlangsung pada bulan Agustus.
Kompetisi sains tidak hanya terbatas pada jenjang pendidikan dasar. Persiapan matang juga terus digalakkan bagi para peserta jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Salah satu bidang yang menjadi sorotan adalah Ekonomi, di mana berbagai sumber seperti Kompas.com dan bangka.tribunnews.com telah menyediakan materi latihan soal yang dirancang sesuai dengan standar International Economics Olympiad serta kisi-kisi resmi dari Puspresnas.
Materi ujian bidang Ekonomi untuk jenjang SMA menuntut penguasaan mendalam atas berbagai konsep fundamental. Peserta diharapkan memiliki pemahaman komprehensif mulai dari teori mikroekonomi, analisis struktur pasar, konsep teori permainan, hingga studi makroekonomi, kebijakan fiskal dan moneter, serta dasar-dasar keuangan yang mencakup manajemen risiko investasi. Latihan berkala melalui soal pilihan ganda dianggap sebagai metode yang sangat efektif bagi siswa SMA untuk mengukur tingkat kesiapan mereka dalam menghadapi kompetisi sains yang semakin kompetitif.
Antusiasme terhadap ajang Olimpiade Sains Nasional ini juga terpancar jelas di berbagai daerah. Di MAN 1 Yogyakarta, misalnya, hari kedua pelaksanaan OSN-K menjadi saksi perjuangan para siswa dalam menguji kemampuan mereka di berbagai bidang seperti Ekonomi, Astronomi, Kimia, Kebumian, dan Fisika. Durasi pengerjaan soal bervariasi, mulai dari 60 hingga 120 menit, menunjukkan tingkat kesulitan dan kedalaman materi yang diujikan.
Salah seorang perwakilan siswa kelas XI C MAN 1 Yogyakarta, Galen Labib Alesandro, mengungkapkan harapan besarnya agar seluruh usaha dan kerja keras yang telah dilakukannya dapat memberikan hasil yang terbaik, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi orang lain. "Galen mohon doanya Pak/Ibu semoga apa yang Galen kerjakan dan usahakan akan menjadi hasil yang terbaik dan berkah bagi Galen pribadi dan orang lain dan Galen memohon maaf jika ada kesalahan dan kekeliruan dalam pengerjaan soal-soal OSNK," ujarnya penuh kerendahan hati.
Pihak madrasah menyambut optimisme tinggi melihat performa para siswanya. Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyaksikan langsung ketenangan dan semangat juang para muridnya saat mengerjakan soal ujian. "Terlihat para murid saat berproses mengerjakan soal-soal OSNK tenang, penuh semangat, dan mereka terlihat yakin dapat memborong medali. Harapan kami tentu setelah OSN tahap pertama di tingkat kabupaten/kota ini MAN 1 Yogyakarta dapat lanjut ke tingkat provinsi hingga tembus ke tingkat nasional," tuturnya dengan penuh keyakinan.
Keberhasilan dalam OSN-K tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga kebanggaan bagi sekolah dan daerah asal para peserta. Momentum ini diharapkan dapat terus membangkitkan semangat belajar dan menumbuhkan minat generasi muda Indonesia terhadap sains, mendorong lahirnya inovator dan ilmuwan masa depan yang mampu membawa bangsa ke kancah global. Hasil seleksi OSN-K ini menjadi bukti nyata bahwa bibit-bibit unggul sains di tanah air terus bermunculan, siap bersaing dan mengukir prestasi.











