Pembalap MotoGP, Jack Miller, baru-baru ini memberikan pandangannya mengenai performa motor Yamaha YZR-M1 bermesin V4. Miller memuji kemampuan motor pabrikan Jepang itu dalam melibas tikungan dengan kecepatan yang impresif. Namun, ia menegaskan bahwa kelemahan fundamental pada performa lurusnya masih menjadi hambatan signifikan bagi Yamaha.
Menurut Miller, Yamaha V4 memiliki keunggulan yang patut diacungi jempol ketika memasuki dan keluar dari tikungan. “Saya tidak bisa menyalahkan Yamaha V4 dalam satu area kunci,” ujar Miller, mengacu pada kemampuan menikung yang luar biasa. Kecepatan melibas tikungan ini, yang oleh sebagian kalangan dijuluki ‘Quick as Marc’, menjadi salah satu ciri khas yang membuat motor ini sulit ditaklukkan di sirkuit-sirkuit tertentu.
Namun, pujian tersebut segera diikuti dengan catatan kritis. Miller secara tegas menyatakan bahwa kelemahan utama motor Yamaha terletak pada performa di trek lurus. “Performa lurusnya tetap menjadi handicap utama,” tegasnya. Kesenjangan tenaga di lintasan lurus ini, menurut pandangannya, sangat memengaruhi potensi Yamaha untuk bersaing secara konsisten di semua kondisi balapan.
Miller, yang dikenal sebagai salah satu pembalap dengan gaya balap agresif dan kemampuan adaptasi tinggi, menyadari betul pentingnya keseimbangan performa antara tikungan dan lintasan lurus. Ia melihat bahwa meskipun Yamaha telah berupaya keras untuk meningkatkan aspek lain, terutama di sektor aerodinamika dan sasis, masalah tenaga di trek lurus belum sepenuhnya teratasi.
Pernyataan Miller ini menjadi sorotan di kalangan penggemar MotoGP, mengingat Yamaha YZR-M1 seringkali menampilkan performa yang sangat kuat di beberapa sirkuit, namun kesulitan untuk mempertahankan momentum ketika harus berhadapan dengan motor-motor lain di trek lurus yang panjang. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai strategi pengembangan Yamaha ke depannya untuk mengatasi defisit tenaga yang terus menerus menghantui.
