Monday, 31 August 2026
BREAKING
POLITIK

Pendakian Gunung di Jawa Barat Dihentikan Sementara Akibat Meluasnya Kebakaran Hutan dan Lahan

Oleh Danu Ilham August 31, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan imbauan untuk menghentikan sementara aktivitas pendakian di sejumlah gunung. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini meluas di berbagai wilayah di Jawa Barat. Keputusan ini bertujuan untuk meminimalisir risiko lebih lanjut bagi para pendaki dan mencegah potensi penyebaran api yang lebih besar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Dani Ramdan, mengonfirmasi adanya peningkatan kasus karhutla yang signifikan. Menurut data yang dihimpun, hingga tanggal 23 Agustus 2023, tercatat sebanyak 257 kasus karhutla di seluruh Jawa Barat. Luas lahan yang terdampak pun tidak main-main, mencapai 1.560 hektare.

Dani Ramdan menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang berkontribusi pada meluasnya karhutla ini adalah kondisi cuaca panas dan kering yang ekstrem. “Ya, memang terjadi peningkatan kasus di beberapa daerah. Kita imbau masyarakat, khususnya para pendaki untuk tidak dulu mendaki gunung-gunung yang ada di Jawa Barat,” ujar Dani Ramdan pada Senin, 28 Agustus 2023.

Peningkatan kasus karhutla ini tidak hanya terjadi di kawasan pegunungan, tetapi juga merambah ke area dataran rendah. Data BPBD Jawa Barat menunjukkan bahwa kasus karhutla paling banyak terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, dengan total 57 kasus. Menyusul di belakangnya adalah Kabupaten Sukabumi dengan 44 kasus, dan Kabupaten Cianjur yang mencatat 37 kasus.

Selain Kabupaten Bogor, Sukabumi, dan Cianjur, beberapa daerah lain juga dilaporkan terdampak karhutla, meskipun dalam jumlah kasus yang lebih sedikit. Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Bandung Barat (22 kasus), Kabupaten Purwakarta (17 kasus), Kabupaten Karawang (16 kasus), Kabupaten Indramayu (13 kasus), Kabupaten Bekasi (10 kasus), dan Kabupaten Cirebon (9 kasus). Kabupaten Garut mencatat 7 kasus, sementara Kabupaten Subang dan Majalengka masing-masing 5 kasus. Kabupaten Kuningan dan Sumedang melaporkan masing-masing 3 kasus, dan Kabupaten Tasikmalaya serta Pangandaran masing-masing 1 kasus.

Pemprov Jabar menegaskan bahwa penghentian sementara pendakian ini bersifat imbauan dan sangat penting untuk dipatuhi demi keselamatan bersama. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di sekitar lingkungan masing-masing.

Bagikan: Facebook X WhatsApp