Ribuan orang dari berbagai penjuru dunia berkumpul di kota Buñol, Spanyol, pada Rabu (30/8/2023) untuk merayakan festival La Tomatina. Perhelatan akbar ini berhasil menarik perhatian 22.000 peserta, sebuah angka yang diperkirakan oleh para penyelenggara, untuk terlibat dalam tradisi unik perang tomat terbesar di dunia.
Festival yang telah mendunia ini, dikenal sebagai La Tomatina, kembali memecah rekor pesertanya. Antusiasme global terlihat jelas dari jumlah orang yang rela datang jauh-jauh demi merasakan sensasi saling lempar tomat yang segar. Suasana meriah dan penuh kegembiraan menyelimuti jalanan Buñol sejak pagi.
Puncak kemeriahan La Tomatina terjadi ketika truk-truk besar mulai membanjiri kota dengan berton-ton tomat matang. Para peserta, yang telah bersiap dengan pakaian terbaik mereka (yang siap untuk kotor), langsung menyerbu tomat-tomat tersebut. Jeritan kegembiraan dan tawa terdengar diiringi cipratan warna merah dari buah tomat yang dilemparkan ke segala arah.
Festival ini bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga menjadi ajang budaya yang menarik wisatawan mancanegara. Keunikan La Tomatina menjadikannya salah satu atraksi paling populer di Spanyol, membuktikan daya tarik tradisi lokal yang dikemas secara atraktif. Kehadiran 22.000 peserta ini menunjukkan betapa festival ini semakin mendunia dan diminati.
Seorang peserta, dikutip dari laporan, mengungkapkan kebahagiaannya. “Ini adalah pengalaman yang luar biasa, saya tidak pernah membayangkan akan seseru ini,” ujarnya, menggambarkan euforia yang dirasakannya. Ia menambahkan bahwa pengalaman ini akan menjadi kenangan tak terlupakan.
La Tomatina sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang, dimulai dari kejadian spontan pada tahun 1945. Sejak saat itu, tradisi ini terus dilestarikan dan berkembang menjadi festival internasional yang dirayakan setiap Rabu terakhir bulan Agustus. Kesuksesan festival tahun ini dengan rekor peserta menegaskan posisi La Tomatina sebagai salah satu perayaan paling ikonik di Spanyol dan dunia.
