Lionel Messi tampil gemilang dengan memborong empat gol saat Inter Miami membantai CF Montreal dengan skor telak 7-1 dalam lanjutan kompetisi Major League Soccer 2026 (MLS 2026). Pertandingan yang disaksikan di Stadion DRV PNK, Fort Lauderdale, Florida, Minggu (30/8), menjadi panggung bagi magis sang bintang asal Argentina.
Kemenangan besar ini tidak hanya mengukuhkan dominasi Inter Miami, tetapi juga menjadi bukti ketajaman lini serang mereka yang dipimpin oleh Messi. Tambahan empat gol tersebut membuat koleksi gol Messi di MLS musim ini semakin bertambah, menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di liga.
Gol-gol Messi tercipta pada menit ke-12, 35, 58, dan 72. Keempat gol tersebut dicetak dengan berbagai cara, menunjukkan variasi serangan dan penyelesaian akhir yang sempurna. Selain Messi, gol-gol Inter Miami lainnya disumbangkan oleh Robert Taylor (menit ke-25), Leonardo Campana (menit ke-49), dan David Ruiz (menit ke-88). Sementara itu, gol tunggal CF Montreal dicetak oleh Mason Toye pada menit ke-65.
Pelatih Inter Miami, Gerardo “Tata” Martino, mengungkapkan kebahagiaannya atas performa timnya. “Ini adalah penampilan yang luar biasa dari seluruh tim. Kami bermain dengan intensitas tinggi dan menunjukkan kualitas kami di setiap lini,” ujar Martino. Ia menambahkan, “Tentu saja, empat gol dari Leo adalah sesuatu yang luar biasa. Dia terus menunjukkan mengapa dia adalah pemain terbaik di dunia.”
Kemenangan ini membawa Inter Miami semakin kokoh di papan atas klasemen MLS 2026. Performa impresif Messi dan rekan-rekannya menjadi sinyal kuat bahwa Inter Miami adalah kandidat serius dalam perburuan gelar musim ini. Para penggemar di Stadion DRV PNK pun larut dalam euforia, menyaksikan langsung aksi gemilang sang idola yang kembali membuktikan kelasnya di panggung sepak bola Amerika.
CF Montreal, di sisi lain, harus segera mengevaluasi performa mereka setelah kekalahan telak ini. Pertandingan ini menjadi pelajaran berharga bagi tim tamu untuk bangkit di laga-laga selanjutnya dan memperbaiki lini pertahanan mereka yang dinilai rapuh dalam menghadapi serangan Inter Miami yang begitu efektif.
