Ollie Watkins dipastikan akan meninggalkan Aston Villa, mengukir namanya sebagai pencetak gol terbanyak klub sepanjang sejarah Premier League. Keputusan ini diambil setelah sang pemain menyampaikan permintaan maafnya terkait insiden penolakan bermain yang pernah terjadi.
Unai Emery, manajer Aston Villa, mengungkapkan bahwa Watkins telah meminta maaf atas kejadian di masa lalu ketika ia menolak untuk bermain. “Dia meminta maaf kepada saya, kepada klub, dan kepada para penggemar atas keputusan yang dia buat di masa lalu. Itu adalah momen yang sulit baginya, tetapi dia menunjukkan kepribadiannya,” ujar Emery.
Emery menambahkan bahwa meskipun ada momen sulit, Watkins selalu memberikan yang terbaik di lapangan. “Dia selalu memberikan segalanya untuk tim ini, dia mencetak gol dan membantu kami. Dia adalah pemain penting bagi kami, tetapi dia ingin mengambil langkah selanjutnya dalam kariernya,” jelas Emery lebih lanjut.
Kepindahan Watkins ini sekaligus mengakhiri era gemilangnya bersama The Lions. Selama membela Aston Villa, ia berhasil mencatatkan rekor 19 gol di Premier League, menjadikannya pemain tersubur klub di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris tersebut. Angka ini menjadi bukti kontribusinya yang signifikan bagi tim.
Keputusan Watkins untuk hengkang bukanlah hal yang mudah, baik bagi pemain maupun klub. Namun, Emery memahami keinginan sang pemain untuk mencari tantangan baru di level yang lebih tinggi. Ia pun mendoakan yang terbaik bagi masa depan karier Watkins.
“Kami berterima kasih atas semua yang telah dia lakukan untuk Aston Villa. Dia adalah penyerang yang fantastis, dan kami berharap dia sukses dalam langkah selanjutnya,” pungkas Emery, mengonfirmasi kepergian rekor top skor klubnya.
