Friday, 28 August 2026
BREAKING
BERITA

BPD Bali Tingkatkan Layanan Digital untuk Dorong Pertumbuhan Bisnis dan Kemudahan Transaksi Wisatawan

Oleh Emanuel August 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali terus berupaya memperkuat penetrasi layanan digitalnya guna menggenjot pertumbuhan bisnis di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan mengoptimalkan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai instrumen utama transaksi non-tunai.

Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan efisiensi bagi pelaku usaha di Bali dalam menerima pembayaran dari berbagai kalangan konsumen. Selain itu, BPD Bali juga meluncurkan fitur Cross-Border yang secara khusus dirancang untuk memfasilitasi wisatawan dari enam negara.

Fitur Cross-Border ini merupakan terobosan penting dalam mendukung geliat pariwisata Bali yang mulai bangkit. Dengan adanya fitur ini, wisatawan yang berasal dari negara-negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, dan Kamboja dapat melakukan transaksi pembayaran dengan lebih lancar menggunakan QRIS. Hal ini tentunya akan meningkatkan kenyamanan mereka saat berbelanja atau menikmati berbagai layanan di Bali.

Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menegaskan komitmen banknya dalam mendukung ekosistem digital. “Kami terus mendorong transaksi digital untuk mempermudah masyarakat dan pelaku usaha. Dengan QRIS, kami ingin semua transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan mudah,” ujar Sudharma.

Lebih lanjut, Sudharma menjelaskan bahwa implementasi QRIS ini tidak hanya terbatas pada transaksi pembayaran di toko atau restoran, tetapi juga merambah ke sektor lain yang membutuhkan kemudahan transaksi non-tunai. “Kami melihat potensi besar QRIS untuk diadopsi di berbagai lini bisnis, mulai dari UMKM hingga industri pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian Bali,” tambahnya.

Dukungan terhadap fitur Cross-Border juga menjadi prioritas. BPD Bali telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan interoperabilitas sistem pembayaran antar negara. “Kami ingin Bali menjadi destinasi yang ramah transaksi digital bagi wisatawan internasional. Dengan fitur ini, wisatawan dari enam negara tersebut tidak perlu lagi khawatir mengenai metode pembayaran,” jelas Sudharma.

Langkah strategis BPD Bali dalam memperkuat layanan digital ini sejalan dengan agenda nasional untuk percepatan ekonomi digital. Diharapkan, inovasi yang terus dilakukan oleh BPD Bali dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Bali serta meningkatkan daya saing daerah di kancah global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp