Friday, 28 August 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Beda Merek BBM RON Sama, Amankah Dicampur untuk Kendaraan Anda?

Oleh Emanuel August 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Mengisi bahan bakar kendaraan di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menawarkan produk dengan Research Octane Number (RON) serupa, kerap kali menimbulkan pertanyaan mengenai keamanannya. Apakah mencampur atau mengganti merek BBM, meskipun memiliki RON yang sama, berdampak pada performa dan kesehatan mesin kendaraan?

Fenomena ini umum terjadi di kalangan pemilik kendaraan, baik mobil maupun motor. Ketersediaan berbagai merek BBM dengan spesifikasi RON yang identik di beberapa SPBU membuat pemilik kendaraan bebas memilih. Namun, di balik kemudahan ini, tersimpan potensi risiko yang perlu diwaspadai.

Menurut Pengamat Otomotif, Roni, perbedaan mendasar antara produk BBM dari berbagai merek, meski memiliki RON yang sama, terletak pada aditif yang digunakan. “Setiap produsen BBM punya formula aditif yang berbeda. Aditif ini berfungsi untuk meningkatkan kualitas BBM, seperti menjaga kebersihan mesin, mencegah korosi, dan meningkatkan performa,” jelas Roni.

Roni menambahkan, meskipun RON sama, kandungan aditif yang berbeda ini bisa saja menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan jika dicampur. “Jika mesin mobil atau motor Anda terbiasa menggunakan satu merek BBM dengan aditif tertentu, lalu tiba-tiba berganti ke merek lain dengan aditif yang berbeda, ada kemungkinan terjadi ketidakcocokan,” terangnya.

Ketidakcocokan ini, lanjut Roni, dapat memicu berbagai masalah pada kendaraan. Salah satunya adalah munculnya kerak atau endapan di ruang bakar mesin. “Kerak ini bisa mengganggu proses pembakaran, menurunkan performa mesin, bahkan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan komponen mesin,” ungkapnya. Selain itu, konsumsi bahan bakar juga bisa menjadi lebih boros.

Meskipun demikian, Roni menekankan bahwa dampak negatif ini tidak selalu terjadi. Tingkat risiko sangat bergantung pada jenis mesin kendaraan dan sensitivitasnya terhadap perubahan formulasi aditif. “Beberapa mesin mungkin lebih toleran terhadap perubahan ini, sementara yang lain bisa lebih rentan,” ujarnya.

Untuk meminimalkan risiko, Roni menyarankan agar pemilik kendaraan sebisa mungkin konsisten menggunakan satu merek BBM yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. “Jika memang terpaksa harus berganti merek karena kondisi tertentu, sebaiknya lakukan secara bertahap atau coba habiskan dulu tangki BBM yang lama sebelum mengisi dengan merek baru,” sarannya. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan waktu bagi mesin untuk beradaptasi dengan formulasi aditif yang berbeda.

Bagikan: Facebook X WhatsApp