Terapi Sulih Hormon (HRT) berpotensi menurunkan risiko demensia pada wanita pascamenopause. Temuan ini didukung oleh data terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Alzheimer’s & Dementia.
Studi tersebut, meskipun belum menunjukkan hubungan sebab-akibat secara definitif, sejalan dengan publikasi data sebelumnya. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa wanita yang menjalani terapi hormonal menopausal berbasis estrogen saja di kemudian hari memiliki risiko lebih rendah untuk diagnosis klinis demensia, serta penurunan fungsi kognitif dan memori.
Anne-Marie Minihane, PhD, seorang profesor nutrigenetik, menyoroti urgensi penelitian ini dengan menyatakan, “Demensia memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, dengan wanita menyumbang hampir dua pertiga kasus penyakit Alzheimer, bentuk utama demensia.”
Meskipun detail spesifik mengenai metodologi studi terbaru belum sepenuhnya diungkapkan, temuan ini memberikan harapan baru dalam pencegahan demensia, khususnya bagi populasi wanita yang lebih rentan terhadap penyakit ini. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengkonfirmasi temuan ini dan memberikan panduan klinis yang lebih kuat.
