Thursday, 27 August 2026
BREAKING
BERITA

Dukcapil Kemendagri Terbitkan 3.055 Dokumen Kependudukan Korban Gempa NTT

Oleh Emanuel August 27, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah berhasil menerbitkan ulang sebanyak 3.055 dokumen kependudukan bagi warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya jemput bola ini dilakukan untuk memastikan hak-hak administrasi para korban terpenuhi pasca bencana.

Program penerbitan ulang dokumen ini merupakan respons cepat pemerintah terhadap kondisi warga yang kehilangan berbagai berkas penting akibat gempa. Data yang berhasil diterbitkan ulang meliputi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akta Kelahiran, Akta Kematian, dan Akta Perkawinan. Hal ini penting agar para korban dapat kembali mengakses berbagai layanan publik, seperti bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga urusan administrasi lainnya.

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh kepada masyarakat NTT yang sedang berjuang memulihkan diri pasca gempa. “Kami telah mengerahkan tim kami untuk turun langsung ke lapangan, menjemput bola agar warga yang terdampak gempa ini bisa segera mendapatkan kembali dokumen kependudukan mereka,” ujar Zudan.

Proses penerbitan ulang ini dilakukan secara efisien dengan memanfaatkan data kependudukan yang sudah ada di sistem. Tim Dukcapil bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk mengidentifikasi dan mendata warga yang membutuhkan penerbitan ulang dokumen. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat proses dan meminimalkan hambatan bagi para korban.

Gempa bumi yang mengguncang NTT pada tanggal 5 April 2021 lalu memang menyisakan duka mendalam dan kerugian materiil yang signifikan bagi banyak warga. Selain kerusakan infrastruktur, banyak warga yang kehilangan dokumen-dokumen penting mereka. Dengan adanya penerbitan ulang ribuan dokumen ini, diharapkan dapat meringankan beban para korban dan membantu mereka dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali kehidupan mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp