Kementerian Perhubungan Malaysia tengah mengkaji kemungkinan peluncuran program tukar tambah kendaraan roda dua. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong masyarakat mengganti sepeda motor bekas mereka dengan unit yang lebih baru, dengan harapan dapat meningkatkan standar emisi dan keselamatan berkendara.
Jika terealisasi, program ini akan menawarkan subsidi sebesar RM1.000, atau setara dengan Rp 4,4 juta, untuk setiap unit sepeda motor bekas yang ditukarkan. Besaran subsidi ini diharapkan dapat menjadi insentif yang signifikan bagi pemilik kendaraan untuk berpartisipasi dalam program ini.
Meskipun detail teknis dan jadwal peluncuran program masih dalam tahap pembahasan, Kementerian Perhubungan Malaysia menyatakan bahwa tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk memberikan pilihan yang lebih terjangkau bagi masyarakat dalam memperoleh sepeda motor baru. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas transportasi roda dua di negara tersebut.
Pihak kementerian belum merinci lebih lanjut mengenai kriteria sepeda motor bekas yang dapat mengikuti program ini, maupun mekanisme detail penukaran. Namun, fokus pada subsidi tukar tambah menunjukkan adanya keseriusan untuk memfasilitasi peralihan ke kendaraan yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Saat ini, program ini masih dalam tahap penjajakan. Keputusan akhir dan detail implementasi akan diumumkan setelah kajian mendalam selesai dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Malaysia. Diharapkan, kebijakan ini dapat memberikan dampak positif bagi industri otomotif dan masyarakat pengguna sepeda motor di Malaysia.
