Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Perdagangan Minyak Melonjak Turun USD2 Akibat Isu Selat Hormuz

Oleh Yohanes August 26, 2026 4 hours lalu 0 komentar

Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan signifikan lebih dari USD2 per barel pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026. Penurunan ini membawa harga minyak ke level terendah dalam dua pekan terakhir, menyusul adanya sinyal positif terkait potensi pembukaan kembali Selat Hormuz.

Analis pasar energi melihat pergerakan harga ini sebagai respons langsung terhadap ekspektasi pasar yang membaik. Pembukaan Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran vital bagi pasokan energi global, diperkirakan akan melonggarkan kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan.

Kabar mengenai kemungkinan pembukaan Selat Hormuz ini menjadi katalis utama bagi anjloknya harga minyak. Sebelumnya, ketegangan di kawasan tersebut telah mendorong harga minyak naik karena kekhawatiran akan terganggunya aliran suplai dari negara-negara produsen minyak utama yang melewati selat tersebut.

Seorang analis dari lembaga riset energi terkemuka, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan, “Pasar bereaksi cepat terhadap setiap sinyal yang mengindikasikan stabilitas di jalur pasokan utama. Penurunan harga ini mencerminkan optimisme bahwa hambatan perdagangan energi akan berkurang.”

Lebih lanjut, penurunan harga ini juga memberikan angin segar bagi konsumen dan industri yang bergantung pada bahan bakar fosil. Biaya operasional yang lebih rendah berpotensi mendorong aktivitas ekonomi dan menahan laju inflasi.

Perdagangan pada hari Rabu tersebut ditutup dengan harga minyak Brent turun 2,15% menjadi USD85,50 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami pelemahan, merosot 2,30% ke level USD81,20 per barel.

Para pelaku pasar kini memantau perkembangan selanjutnya terkait isu Selat Hormuz. Setiap informasi baru yang muncul akan terus membentuk sentimen pasar dan memengaruhi pergerakan harga minyak dalam beberapa waktu ke depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp