Sebuah gagasan baru mengemukakan bahwa Venus, planet tetangga Bumi yang seringkali terlupakan, justru memiliki potensi lebih besar untuk menjadi tujuan kolonisasi manusia di luar angkasa dibandingkan Mars. Selama ini, Mars telah lama diidentifikasi sebagai kandidat utama bagi misi penjelajahan dan permukiman manusia pasca-Bulan.
Para ilmuwan dan insinyur dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory (APL) mengajukan konsep inovatif ini. Mereka mengusulkan ‘Cloud Cities’ atau kota awan yang mengambang di atmosfer Venus. Ide ini berangkat dari fakta bahwa kondisi permukaan Venus sangat ekstrem, dengan suhu mencapai 462 derajat Celsius dan tekanan atmosfer 92 kali lebih kuat dari Bumi. Namun, pada ketinggian sekitar 50 kilometer di atas permukaan, kondisi atmosfer Venus menjadi jauh lebih bersahabat.
Di ketinggian tersebut, suhu berkisar antara 0 hingga 50 derajat Celsius, dan tekanan atmosfer setara dengan di permukaan Bumi. Hal ini memungkinkan pembangunan struktur terapung yang dapat menampung manusia. “Kami tidak perlu membangun habitat yang sangat kuat untuk bertahan hidup,” ujar Dale Arney, pemimpin tim riset APL, seperti dikutip dari Space.com. “Di ketinggian itu, atmosfernya sendiri akan memberikan tekanan yang kita butuhkan.” Konsep ‘Cloud Cities’ ini akan menggunakan balon besar yang diisi dengan campuran gas nitrogen dan oksigen, yang lebih ringan dari atmosfer Venus yang didominasi karbon dioksida.
Tim APL bahkan telah mempresentasikan konsep ini dalam sebuah simposium yang diselenggarakan oleh American Astronautical Society di Texas pada 25-27 April 2023. Konsep ini tidak hanya menawarkan kelayakan teknis, tetapi juga potensi ilmiah yang menarik. Venus memiliki sejumlah besar asam sulfat di atmosfernya, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya penting untuk menopang kehidupan, seperti air, oksigen, dan bahkan bahan bakar.
Meskipun gagasan ini masih dalam tahap konseptual, para peneliti optimis bahwa Venus dapat menawarkan alternatif yang lebih layak dan menarik untuk ekspansi manusia di luar angkasa. Dengan fokus pada pembangunan kota awan, tantangan ekstrem di permukaan Venus dapat diatasi, membuka jalan bagi eksplorasi dan pemukiman baru di tata surya.
