Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
DUNIA

Trump Nyatakan Selat Hormuz Aman dari Ranjau, Peringatkan Ancaman Baru

Oleh Heni Maulidya August 26, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Selat Hormuz kini telah bebas dari ranjau laut. Pernyataan ini disampaikan Trump pada hari Senin, 10 Juni 2019, menyusul insiden penyerangan terhadap dua kapal tanker minyak di perairan strategis tersebut.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat telah mengambil tindakan untuk membersihkan ranjau-ranjau tersebut. Namun, ia juga melontarkan ancaman bahwa jika ada pihak yang kembali menyebarkan ranjau di Selat Hormuz, AS akan segera merespons dengan tindakan militer yang tegas.

“Kami telah menyingkirkan ranjau-ranjau tersebut. Ada banyak ranjau di sana, dan kami telah menyingkirkannya. Saya yakin itu aman,” ujar Trump ketika berbicara kepada awak media di Gedung Putih. Pernyataannya ini muncul hanya beberapa hari setelah insiden yang menimpa kapal tanker Mesin-2 dan Amerika. Kedua kapal tersebut dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan di dekat Selat Hormuz pada Kamis, 13 Juni 2019.

Meskipun Trump optimistis mengenai keamanan Selat Hormuz, ia tidak memberikan rincian spesifik mengenai operasi pembersihan ranjau yang diklaim telah dilakukan oleh AS. Ia hanya menekankan bahwa Amerika Serikat siap bertindak jika diperlukan. “Jika mereka menaruh ranjau lagi, kami akan membalas dengan sangat keras,” tegas Trump, mengindikasikan potensi eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia.

Insiden penyerangan terhadap kapal tanker ini telah meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang dituding oleh AS sebagai pihak yang bertanggung jawab. Teheran sendiri telah membantah keterlibatan dalam insiden tersebut. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat vital bagi perdagangan minyak global, dilalui oleh sekitar sepertiga dari semua minyak mentah yang diperdagangkan melalui laut di seluruh dunia.

Pernyataan Trump ini diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan bagi pasar energi global yang sempat bergejolak akibat insiden tersebut. Namun, ancaman yang dilontarkannya juga menggarisbawahi potensi ketidakstabilan yang masih membayangi di kawasan tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp