Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
DUNIA

AS Usulkan Kenaikan Drastis Biaya Visa Kerja H-1B, Capai Rp1,8 Miliar

Oleh Heni Maulidya August 26, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump dilaporkan mengusulkan kenaikan signifikan pada biaya aplikasi visa kerja H-1B. Usulan ini akan menaikkan tarif dari sekitar Rp53,2 juta (US$3.000) menjadi hampir Rp1,8 miliar (US$103.265) per pemohon.

Perubahan drastis ini, jika disetujui, akan sangat memengaruhi perusahaan-perusahaan yang mengandalkan program visa H-1B untuk merekrut tenaga kerja asing terampil. Kenaikan biaya yang sangat besar ini menjadi sorotan tajam di kalangan industri teknologi dan bisnis yang bergantung pada talenta internasional.

Menurut laporan yang beredar, usulan kenaikan biaya aplikasi visa H-1B ini merupakan bagian dari serangkaian reformasi yang sedang dipertimbangkan oleh Administrasi Trump. Tujuan utama dari penyesuaian tarif ini adalah untuk meningkatkan pendapatan negara dan, menurut beberapa pihak, untuk mengurangi ketergantungan perusahaan pada pekerja asing.

Sebelumnya, biaya aplikasi untuk visa H-1B telah ditetapkan pada angka US$3.000. Namun, proposal terbaru ini menetapkan biaya baru sebesar US$103.265. Angka ini setara dengan sekitar Rp1,8 miliar dengan kurs saat ini, sebuah lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah program visa tersebut.

Para kritikus berpendapat bahwa kenaikan biaya sebesar itu akan menjadi hambatan besar bagi perusahaan, terutama usaha kecil dan menengah, untuk mempekerjakan talenta terbaik dari seluruh dunia. Hal ini dikhawatirkan dapat berdampak negatif pada inovasi dan daya saing ekonomi Amerika Serikat di kancah global.

Pihak yang mendukung usulan ini berargumen bahwa biaya yang lebih tinggi akan mendorong perusahaan untuk lebih memprioritaskan perekrutan tenaga kerja domestik. Selain itu, pendapatan tambahan yang dihasilkan dari biaya visa yang lebih tinggi ini diharapkan dapat dialokasikan untuk berbagai program pemerintah.

Proses pengajuan dan persetujuan usulan ini masih berlangsung. Belum ada kepastian kapan kebijakan baru ini akan diterapkan, namun usulan tersebut telah menimbulkan diskusi sengit mengenai masa depan program visa kerja H-1B di Amerika Serikat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp