Film "Supergirl" yang dibintangi Milly Alcock akhirnya siap menyapa penonton di bioskop Indonesia mulai hari ini, Rabu (24/6/2026). Penayangan di Tanah Air lebih awal dua hari dibandingkan Amerika Utara, namun para kritikus di wilayah tersebut telah lebih dulu memberikan pandangan mereka terhadap karya sutradara Craig Gillespie. Film ini digadang-gadang akan menjadi petualangan luar angkasa yang unik, memadukan nuansa kelam, humor, dan aksi yang intens.
Kehadiran Supergirl dalam layar lebar ini merupakan kelanjutan setelah kemunculannya sebagai cameo dalam film "Superman" yang dijadwalkan rilis pada tahun 2025. Milly Alcock, yang dipercaya memerankan karakter Kara Zor-El, dipuji oleh para kritikus atas kemampuannya membawakan latar belakang kisah sang pahlawan wanita yang penuh kepedihan. Chris Killian dari Comicbook.com, melalui unggahannya di platform X, menggambarkan film ini memiliki elemen yang mengingatkannya pada "Guardians of the Galaxy", "True Grit", dan "Mad Max". Ia menyebutnya sebagai sebuah petualangan luar angkasa yang "kotor, lucu, namun sangat suram".
Selain penampilan Milly Alcock, kemunculan dua karakter ikonik lainnya, yaitu Lobo yang diperankan oleh Jason Momoa dan Superman yang dibawakan oleh David Corenswet, turut menjadi sorotan utama. Lobo versi Jason Momoa dikabarkan memberikan hiburan yang melimpah sepanjang film, sementara kehadiran Superman dikomentari mampu membangkitkan senyum penonton setiap kali muncul di layar. Hal ini menunjukkan bahwa film ini tidak hanya berfokus pada satu karakter utama, tetapi juga mampu merangkai narasi yang melibatkan elemen-elemen penting dari semesta DC Comics.
Namun, tidak semua pandangan kritikus sepenuhnya positif. Beberapa menilai film ini menghadirkan pengalaman yang campur aduk. Tessa Smith, seorang kritikus film, mengungkapkan perasaan yang terbagi. Sebagai penggemar berat komik, ia mengaku sangat antusias menyambut adaptasi film ini. Ia memuji performa gemilang Milly Alcock dan Jason Momoa sebagai Lobo, namun merasa bahwa beberapa elemen adaptasi dan kelemahan pada sisi antagonis sedikit mengurangi kehebatan film secara keseluruhan. Smith menyimpulkan bahwa film ini "lumayan saja".
Pandangan yang berbeda datang dari Erik Davis, yang menggambarkan "Supergirl" sebagai perpaduan gaya rock ‘n’ roll dari tim yang tak diunggulkan dalam "Guardians of the Galaxy" dengan kekejaman khas "Mad Max". Davis menyoroti kemampuan Milly Alcock dalam menyeimbangkan karakter Supergirl yang terkesan cuek namun memiliki kedalaman emosional yang kuat. Meski kemunculan Lobo tidak dalam durasi yang panjang, Davis mengakui bahwa karakternya mampu membuat penggemar menginginkan lebih banyak aksinya. Sementara itu, David Corenswet disebut sebagai pilihan yang sangat tepat untuk memerankan sosok Superman.
Fay Watson dari Total Film memberikan perspektif yang lebih personal, mengungkapkan bahwa "Supergirl" adalah film yang ia impikan untuk tonton saat masih remaja dan menggemari superhero. Ia memuji penampilan Milly Alcock yang dinilainya sempurna, mampu menghadirkan humor, hati, dan adegan mabuk yang luar biasa. Watson juga sangat menyukai visi sutradara Craig Gillespie terhadap dunia dalam film ini, mengakui adanya nuansa "Mad Max", namun menegaskan bahwa "#Supergirl" memiliki kekhasan tersendiri yang membuatnya berbeda.
Warner Bros sendiri telah merilis sinopsis resmi yang memberikan gambaran lebih lanjut mengenai alur cerita film ini. Dikisahkan, ketika musuh yang tak terduga dan kejam menyerang terlalu dekat, Kara Zor-El, atau Supergirl, dengan berat hati harus bergabung dengan teman yang sebelumnya tidak pernah ia duga. Perjalanan epik antarbintang ini dilakukan untuk membalas dendam dan menegakkan keadilan. Sinopsis ini mengisyaratkan adanya elemen petualangan, konflik, dan kolaborasi yang menarik dalam narasi film.
Peran sutradara Craig Gillespie dalam mengarahkan "Supergirl" menjadi kunci penting dalam membentuk identitas visual dan naratif film ini. Pengalaman Gillespie dalam menggarap proyek-proyek yang memiliki sentuhan unik dan gaya khas, seperti yang terlihat dalam film-film sebelumnya, diharapkan mampu menghadirkan "Supergirl" yang segar dan berbeda dari film-film superhero pada umumnya. Kombinasi antara performa para aktor, arahan sutradara, serta penulisan skenario yang kuat, akan menentukan sejauh mana film ini mampu memikat hati penonton dan para kritikus di seluruh dunia. Peluncuran global yang akan menyusul penayangan awal di Indonesia ini akan menjadi penentu kesuksesan komersial dan artistik dari film yang sangat dinantikan ini.











