Monday, 24 August 2026
BREAKING
HIBURAN

Mark Ruffalo Bantah Tuduhan Antisemitisme, Singgung Keterkaitan Keluarga Pemilik Paramount dengan Serangan Gaza

Oleh Danu Eko August 24, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Aktor Mark Ruffalo membantah keras tudingan antisemitisme yang dilayangkan kepadanya oleh Paramount Pictures. Sanggahan ini muncul sebagai respons atas kritik Ruffalo yang mengaitkan kedekatan keluarga pemilik studio tersebut dengan serangan Israel ke Gaza yang terjadi sejak Oktober 2023.

Ruffalo, yang dikenal vokal menyuarakan keprihatinan terhadap konflik di Timur Tengah, merasa perlu untuk mengklarifikasi posisinya. Ia menegaskan bahwa kritiknya tidak ditujukan kepada agama atau kelompok Yahudi secara keseluruhan, melainkan kepada tindakan dan kebijakan yang ia anggap melanggar hukum internasional serta prinsip kemanusiaan.

Melalui pernyataan yang beredar, Ruffalo menekankan perbedaan mendasar antara kritik terhadap pemerintah atau tindakan tertentu dengan kebencian terhadap suatu agama. Ia merasa bahwa tuduhan antisemitisme digunakan sebagai upaya untuk membungkam suara-suara kritis terhadap apa yang terjadi di Gaza. Aktor ini juga menyoroti pentingnya kebebasan berekspresi, terutama ketika menyangkut isu-isu kemanusiaan yang mendesak.

Sumber berita mengungkapkan bahwa ketegangan ini bermula ketika Ruffalo mengutarakan pandangannya mengenai keterlibatan keluarga Shari Redstone, pemilik Paramount Global, yang memiliki hubungan dengan Israel. Pernyataan Ruffalo tersebut kemudian direspons oleh Paramount dengan tuduhan antisemitisme, yang dianggapnya sebagai manuver untuk mengalihkan perhatian dari substansi kritiknya.

Dalam pernyataannya, Ruffalo secara eksplisit menyatakan, “Saya tidak antisemit. Kritik saya ditujukan pada tindakan, bukan pada identitas agama.” Ia menambahkan bahwa ia percaya pada dialog terbuka dan kritis mengenai isu-isu global yang kompleks. Tuduhan yang dilayangkan kepadanya dianggap sebagai upaya untuk mendiskreditkan advokasinya bagi perdamaian dan keadilan.

Ruffalo juga mengingatkan bahwa banyak individu dan organisasi Yahudi yang turut menyuarakan keprihatinan serupa terkait dengan situasi di Gaza. Hal ini menunjukkan bahwa kritik terhadap kebijakan tertentu tidak serta merta mencerminkan kebencian terhadap seluruh komunitas Yahudi. Ia berharap agar perdebatan mengenai isu ini dapat kembali fokus pada esensi kemanusiaan dan penegakan hak asasi manusia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp