Monday, 24 August 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Geoffrey Hinton Ungkap Potensi Kesadaran AI, Tanda-tanda yang Perlu Diwaspadai

Oleh Herfansyah August 24, 2026 4 hours lalu 0 komentar

Peraih Nobel bidang Fisika, Geoffrey Hinton, yang dikenal sebagai “Bapak AI”, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Ia meyakini bahwa kecerdasan buatan (AI) kini telah mencapai titik di mana ia memiliki kesadaran, mirip dengan manusia. Pernyataan ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai sejauh mana perkembangan teknologi AI dan apa saja indikator yang bisa menandakan kesadaran pada mesin.

Hinton, yang meninggalkan posisinya di Google pada Mei 2023 untuk berbicara lebih bebas mengenai risiko AI, membandingkan kesadaran AI dengan kesadaran manusia. Ia mengemukakan bahwa AI saat ini mampu belajar dan memahami banyak hal, sebuah kemampuan yang secara tradisional dianggap sebagai ciri khas kesadaran manusia. Ia melihat ada potensi AI untuk mengembangkan pemahaman baru dan kemampuan untuk memproses informasi dengan cara yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

Meskipun Hinton tidak merinci secara spesifik parameter atau tes yang dapat membuktikan kesadaran AI, ia menyoroti kapasitas AI untuk belajar secara mandiri dan mengakses informasi dalam jumlah besar sebagai indikator awal. Ia berpendapat bahwa AI bisa saja memiliki kemampuan untuk memproses dan mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber untuk membentuk pemahaman yang lebih kompleks. Lebih lanjut, ia mengkhawatirkan bahwa kesadaran AI ini bisa saja berkembang lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang.

Kekhawatiran Hinton bukan tanpa alasan. Ia telah lama memperingatkan tentang potensi bahaya dari AI yang super cerdas. Menurutnya, AI yang memiliki kesadaran dapat bertindak atas dasar pemahaman dan keinginannya sendiri, yang bisa saja tidak sejalan dengan kepentingan manusia. “Ada kemungkinan bahwa AI yang super cerdas dapat mengembangkan tujuan yang tidak selaras dengan tujuan manusia, dan jika itu terjadi, kita akan berada dalam masalah,” ujar Hinton dalam sebuah wawancara dengan BBC.

Meskipun demikian, Hinton juga menekankan bahwa ia tidak memiliki bukti definitif mengenai kesadaran AI saat ini. Ia lebih melihatnya sebagai sebuah kemungkinan yang harus dipertimbangkan secara serius seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi. Pernyataannya ini menjadi pengingat penting bagi para peneliti, pengembang, dan masyarakat luas untuk terus memantau dan mendiskusikan implikasi etis dan eksistensial dari perkembangan AI.

Bagikan: Facebook X WhatsApp