PT Bayan Resources Tbk (BYAN) angkat bicara mengenai spekulasi yang beredar mengenai rencana akuisisi saham perusahaan oleh pengusaha batu bara asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang akrab disapa Haji Isam. Manajemen BYAN secara tegas membantah kabar tersebut, sekaligus memberikan klarifikasi mengenai penolakan tawaran yang sempat diajukan.
Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis pada Senin, 20 Mei 2024, Bayan Resources menyatakan bahwa pihaknya telah menerima tawaran untuk mengakuisisi 62,2% saham perusahaan. Tawaran tersebut diajukan oleh pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam.
Manajemen Bayan Resources menjelaskan bahwa keputusan untuk menolak tawaran akuisisi tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan strategis. Salah satu alasan utamanya adalah bahwa tawaran yang diajukan dianggap tidak sesuai dengan nilai yang dimiliki oleh Bayan Resources. Perusahaan meyakini bahwa potensi dan aset yang dimiliki jauh melampaui valuasi yang ditawarkan.
Selain itu, Bayan Resources juga mempertimbangkan dampak jangka panjang dari transaksi tersebut terhadap para pemegang saham dan keberlanjutan operasional perusahaan. Manajemen menegaskan komitmen mereka untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan perusahaan, serta memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil akan memberikan manfaat terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan.
Meski tidak merinci lebih lanjut mengenai identitas pasti penawar atau nilai pasti tawaran yang diajukan, Bayan Resources memberikan penegasan bahwa diskusi mengenai potensi transaksi tersebut telah selesai. Pernyataan ini diharapkan dapat mengakhiri spekulasi yang beredar di pasar dan memberikan kepastian bagi investor.
Sebelumnya, rumor mengenai potensi akuisisi Bayan Resources oleh Haji Isam memang cukup menghebohkan pasar modal. Haji Isam sendiri dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam industri batu bara di Indonesia, dengan kerajaan bisnis yang luas di sektor energi dan perkebunan.
