Penyanyi internasional Ariana Grande dilaporkan telah mengajukan permohonan hukum untuk memaksa terungkapnya identitas peretas anonim yang diduga mencuri materi musiknya. Langkah ini diambil guna mendapatkan informasi krusial yang akan membantu penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.
Permohonan pengajuan paksa ini diajukan ke pengadilan federal di Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk mendapatkan data yang disimpan oleh platform media sosial dan situs web yang diduga digunakan oleh peretas untuk mendistribusikan materi curian. Informasi ini diharapkan dapat mengarah pada identifikasi pelaku.
Menurut dokumen pengadilan yang diperoleh, peretas tersebut diduga telah mencuri sejumlah materi musik yang belum dirilis oleh Ariana Grande. Materi ini kemudian disebarkan secara ilegal sebelum waktunya. Insiden ini tentu merugikan pihak Grande, baik dari sisi materi maupun potensi kerugian komersial.
Pihak Grande, melalui kuasa hukumnya, berargumen bahwa pengungkapan identitas pelaku sangat penting untuk menegakkan hak cipta dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Mereka berupaya agar platform-platform terkait dapat memberikan informasi mengenai akun-akun yang dicurigai sebagai milik peretas. Termasuk di dalamnya adalah data terkait alamat IP, riwayat penelusuran, dan informasi kontak yang mungkin terdaftar.
Meskipun identitas pelaku masih anonim, tim hukum Ariana Grande telah mengidentifikasi beberapa akun di platform seperti Instagram dan SoundCloud yang diduga kuat terkait dengan penyebaran materi curian. Permohonan ini diharapkan dapat memberikan jalan bagi penegak hukum untuk melacak jejak digital para pelaku.
Lebih lanjut, dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa materi yang dicuri diduga berasal dari sesi rekaman album terbaru Ariana Grande. Kebocoran ini tentu menjadi pukulan bagi sang artis yang tengah mempersiapkan perilisan karya terbarunya. Pengajuan paksa ini menjadi langkah proaktif untuk memastikan keadilan dan melindungi kekayaan intelektualnya.
