Saturday, 22 August 2026
BREAKING
BERITA

Ancaman Ekonomi Iran Picu Gejolak Harga Minyak Global

Oleh Emanuel August 22, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Harga minyak dunia menunjukkan pergerakan yang kontras pada penutupan perdagangan pekan lalu. Minyak Brent mengalami penguatan, sementara jenis West Texas Intermediate (WTI) justru terpantau melemah.

Ketidakpastian geopolitik yang dipicu oleh pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai potensi penghancuran ekonomi Iran menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi pasar energi. Trump mengancam akan memberikan sanksi yang sangat berat kepada Teheran, bahkan hingga menghancurkan ekonomi negara tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Minggu (22/7/2018), Trump menyatakan, “Saya akan menghancurkan ekonomi Iran.” Pernyataan ini sontak menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi ketegangan di Timur Tengah, wilayah yang merupakan produsen minyak utama dunia.

Ancaman tersebut berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah dari Iran, yang merupakan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Jika Iran tidak dapat mengekspor minyaknya, hal ini dapat menyebabkan kekurangan pasokan global dan mendorong kenaikan harga.

Meskipun demikian, para analis pasar energi tetap berhati-hati dalam memprediksi dampak jangka panjangnya. Kepala Strategi Pasar di AxiTrader, Greg McKenna, dalam catatannya pada Senin (23/7/2018), mengungkapkan bahwa pasar minyak masih dalam fase penyesuaian. “Pasar minyak mentah masih dalam fase penyesuaian dan pergerakannya mungkin terlalu dini untuk dibaca,” ujarnya.

McKenna menambahkan bahwa pasar juga sedang mencerna data ekonomi global yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global yang melambat dapat menekan permintaan minyak, sehingga menyeimbangkan potensi kenaikan harga akibat ketegangan geopolitik.

Pada perdagangan pekan lalu, minyak Brent tercatat menguat 0,3 persen menjadi USD 73,45 per barel. Sementara itu, minyak WTI melemah 0,2 persen ke level USD 68,64 per barel. Perbedaan pergerakan ini mencerminkan kompleksitas faktor-faktor yang mempengaruhi pasar minyak, mulai dari isu politik global hingga kondisi ekonomi makro.

Bagikan: Facebook X WhatsApp