Megabintang tim nasional Argentina, Lionel Messi, dinilai memiliki kapasitas fisik dan mental yang memungkinkannya untuk terus berkiprah di panggung Piala Dunia hingga edisi 2030. Prediksi ini muncul dari mantan penyerang timnas Inggris, Gabby Agbonlahor, yang terkesan dengan performa impresif Messi di Piala Dunia 2026.
Agbonlahor menyampaikan pandangannya ini setelah menyaksikan aksi gemilang Messi dalam fase grup Piala Dunia 2026. Pemain yang akrab disapa La Pulga ini baru saja genap berusia 39 tahun pada Rabu (24/6) dan berhasil mengantarkan Argentina melaju ke babak gugur. Keberhasilan ini diraih setelah Argentina menaklukkan Austria dengan skor 2-0 dalam laga lanjutan Grup J, Selasa (23/6) dini hari WIB.
Dalam pertandingan krusial tersebut, Messi menjadi bintang lapangan dengan memborong dua gol kemenangan Albiceleste, meskipun di babak pertama sempat mengalami kegagalan mengeksekusi tendangan penalti. Penampilan luar biasa ini semakin mempertegas status Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Gabby Agbonlahor menggambarkan atmosfer pertandingan yang melibatkan Messi sebagai sebuah pengalaman yang magis dan berbeda dari pertandingan sepak bola pada umumnya. "Menonton pertandingan Argentina itu terasa seperti Anda berada di dalam sebuah konser berdurasi 90 menit. Konser Messi selama 90 menit, dan itu adalah salah satu konser terbaik yang pernah Anda datangi seumur hidup," ungkap Agbonlahor kepada media olahraga Inggris, TalkSport.
Eks pemain Aston Villa ini pun memberikan saran kepada para penggemar sepak bola di Amerika, Kanada, dan Meksiko, yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. "Jika ada orang di Amerika, Kanada, atau Meksiko yang memiliki kesempatan menonton Messi langsung, pergilah. Ini bisa menjadi turnamen terakhirnya bersama Argentina," tuturnya.
Namun, Agbonlahor tidak melihat Piala Dunia 2026 sebagai akhir dari karier gemilang Messi. Ia memiliki keyakinan kuat bahwa sang megabintang akan kembali meramaikan perayaan 100 tahun Piala Dunia yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada tahun 2030. "Dia berbeda. Jangan terkejut, Messi akan bermain di satu Piala Dunia lagi (Piala Dunia 2030)," tegasnya, menyiratkan bahwa usia 43 tahun bukanlah hambatan bagi Messi untuk tetap tampil di level tertinggi.
Setelah memastikan diri lolos ke babak 16 besar dengan satu pertandingan sisa di fase grup, fokus Messi dan seluruh skuad timnas Argentina kini tertuju pada laga pamungkas Grup J. Mereka akan menghadapi Yordania, tim yang dipastikan tersingkir lebih awal setelah menelan kekalahan dari Austria dan Aljazair. Laga melawan Yordania akan menjadi kesempatan bagi Argentina untuk memantapkan posisi dan menguji strategi sebelum menghadapi lawan yang lebih berat di fase gugur.
Performa Messi di Piala Dunia 2026 sepanjang bulan Juni ini terus mengukir sejarah baru dalam dunia sepak bola. Dengan tambahan dua gol ke gawang Austria, Messi kini tercatat telah mengoleksi total 18 gol sepanjang kariernya di Piala Dunia. Prestasi ini menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia, melampaui rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, yang sebelumnya mengoleksi 16 gol.
Sejarah gol Messi di Piala Dunia dimulai sejak Piala Dunia 2006 di Jerman, di mana ia mencetak satu gol. Empat tahun kemudian di Afrika Selatan 2010, ia gagal mencetak gol. Namun, di Brasil 2014, Messi bangkit dengan mencetak empat gol dan membawa Argentina hingga final. Pundi-pundi golnya bertambah di Rusia 2018 dengan satu gol, dan di Qatar 2022, ia mencetak tujuh gol, termasuk dua gol di final.
Kisah Messi di Piala Dunia adalah cerita tentang dedikasi, talenta luar biasa, dan semangat juang yang tak pernah padam. Meskipun usianya semakin matang, performanya di lapangan hijau tetap konsisten menunjukkan magis yang memukau. Kemampuannya dalam menggocek bola, visi bermain, serta ketenangannya di depan gawang lawan menjadi aset berharga bagi timnas Argentina.
Faktor fisik Messi memang menjadi perhatian utama banyak pihak, terutama mengingat usianya yang tidak lagi muda. Namun, laporan-laporan sebelumnya kerap menyebutkan bahwa Messi sangat menjaga kebugaran dan kesehatannya dengan disiplin ketat dalam pola makan dan latihan. Hal ini yang kemungkinan besar menjadi kunci kemampuannya untuk tetap berkompetisi di level tertinggi.
Selain itu, dukungan dari rekan-rekan setimnya di Argentina juga menjadi faktor penting. Timnas Argentina di bawah asuhan Lionel Scaloni menunjukkan kekompakan yang solid, dan Messi menjadi magnet sekaligus inspirasi bagi para pemain muda. Kolaborasi yang harmonis ini diprediksi akan terus berlanjut, memberikan energi positif bagi Messi untuk terus bermain.
Kemungkinan Messi bermain di Piala Dunia 2030 juga membuka kemungkinan baru bagi sepak bola. Jika terwujud, ia akan menjadi salah satu pemain tertua yang pernah berpartisipasi dalam turnamen akbar ini, menorehkan rekor baru yang mungkin sulit dipecahkan oleh generasi mendatang.
Perhelatan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini memang terasa spesial bagi banyak pihak, termasuk bagi Lionel Messi. Keberadaannya di lapangan menjadi daya tarik utama, dan setiap penampilannya selalu dinanti oleh jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Prediksi Gabby Agbonlahor ini, meskipun bersifat opini, setidaknya memberikan gambaran optimisme mengenai masa depan salah satu ikon sepak bola terbesar sepanjang masa.
Dengan segala pencapaiannya, Lionel Messi terus membuktikan bahwa usia hanyalah angka bagi seorang legenda. Jika fisiknya mendukung dan semangatnya tetap membara, bukan tidak mungkin kita akan melihat sang maestro kembali mengocek bola di Piala Dunia 2030, mengakhiri kariernya di panggung terbesar sepak bola dengan catatan sejarah yang semakin gemilang.











