Thursday, 20 August 2026
BREAKING
BERITA

Penyelundupan Timah Ilegal ke Malaysia dan Singapura Marak, Kemenkumham Soroti Potensi Kerugian Negara

Oleh Emanuel August 20, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan keprihatinannya terkait maraknya praktik penyelundupan timah dari Indonesia menuju negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Fenomena ini disinyalir telah berlangsung dalam skala besar dan berpotensi menimbulkan kerugian signifikan bagi perekonomian nasional.

Menurut Menko Polhukam, data yang dihimpun menunjukkan bahwa aktivitas penyelundupan timah ilegal ini telah menjadi perhatian serius pemerintah. “Kita mendapat laporan bahwa banyak sekali timah kita yang diselundupkan ke sana (Malaysia dan Singapura),” ujar Yusril dalam sebuah kesempatan, menegaskan urgensi penanganan masalah ini.

Yusril Ihza Mahendra menjelaskan bahwa modus operandi penyelundupan ini perlu diwaspadai karena melibatkan jaringan yang cukup terorganisir. Ia menyoroti bahwa timah yang seharusnya memberikan kontribusi bagi pendapatan negara, justru mengalir ke luar negeri tanpa melalui mekanisme perdagangan yang sah. Hal ini tentu berdampak pada potensi penerimaan negara yang hilang, serta merugikan para pelaku usaha pertambangan timah yang beroperasi sesuai aturan.

Meskipun tidak merinci angka pasti atau periode waktu spesifik terjadinya penyelundupan, pernyataan Menko Polhukam mengindikasikan bahwa masalah ini bukanlah isu baru, melainkan sudah menjadi pola yang mengkhawatirkan. Pemerintah, melalui koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait, diharapkan segera merumuskan langkah-langkah strategis untuk memberantas praktik ilegal ini.

Lebih lanjut, upaya penindakan hukum terhadap pelaku penyelundupan serta penguatan pengawasan di wilayah perbatasan menjadi krusial. Selain itu, evaluasi terhadap regulasi terkait ekspor timah dan penguatan rantai pasok yang transparan juga perlu dipertimbangkan untuk mencegah timah Indonesia jatuh ke tangan yang salah dan merugikan negara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp