Semenyo dan Ghana: Memupuk Mimpi Juara Dunia 2010 Hadapi Inggris

Danu Ilham

Antoine Semenyo, penyerang muda Ghana, menyimpan memori mendalam tentang momen bersejarah tim nasionalnya di Piala Dunia 2010. Kala itu, ia baru berusia 10 tahun dan menyaksikan dengan penuh harap bagaimana Ghana hampir menorehkan tinta emas sebagai tim Afrika pertama yang menembus semifinal. Perjalanan heroik Black Stars di Afrika Selatan pada 2010 menjadi inspirasi baginya, dan kini, Semenyo bersama skuad Ghana bertekad untuk membangkitkan kembali semangat juang tersebut saat menghadapi Inggris dalam laga mendatang.

Semenyo menceritakan bagaimana euforia membuncah di kediaman pamannya di Bexleyheath, London Tenggara, saat menonton pertandingan Ghana. "Saya ingat kami berteriak saat insiden handball itu terjadi, mengira kami akan lolos," kenangnya dalam sebuah wawancara bulan lalu. Baginya, menyaksikan Ghana berlaga di Piala Dunia adalah momen yang sangat spesial. Seluruh keluarga berkumpul, merayakan setiap gol dan setiap momen penting. Kesempatan membela Ghana, yang datang saat usianya 19 atau 20 tahun, tentu tidak ia sia-siakan.

Namun, di balik kebanggaan atas generasi emas 2010 yang dipimpin oleh Asamoah Gyan, perjalanan Ghana di turnamen besar pasca-2010 justru diwarnai kekecewaan. Piala Dunia Brasil 2014 berujung eliminasi dini di fase grup. Empat tahun kemudian di Qatar, meski mampu mengalahkan Korea Selatan, performa mereka belum memuaskan. Pukulan telak diterima Ghana saat gagal lolos ke Piala Afrika tahun lalu, sebuah "aib nasional" yang baru terobati dengan keberhasilan mereka melaju ke Piala Dunia kelima.

Asamoah Gyan, sosok ikonik yang pernah mencetak gol termuda Ghana di Piala Dunia, kini melihat rekornya dilampaui oleh bintang muda Caleb Yirenkyi yang berusia 20 tahun. Yirenkyi mencetak gol tunggal kemenangan Ghana atas Panama dalam pertandingan terbaru. Gyan, yang kini berusia 40 tahun, turut memberikan kontribusi dengan memimpin sesi ‘jama’ tradisional yang penuh nyanyian dan tarian di hotel tim sebelum pertandingan. Perayaan golnya bersama winger Abdul Fatawu di ruang ganti pasca-kemenangan juga viral, memicu kembali harapan untuk mengulang pencapaian gemilang tim 2010 yang juga memulai kampanye mereka dengan kemenangan 1-0 atas Serbia berkat penalti Gyan.

Jonathan Mensah, bek tengah yang bergabung dengan tim pada 2010, menekankan pentingnya momentum awal. "Momentum yang kami dapat dari pertandingan pertama sangat krusial," ujarnya. "Meraih satu poin di pertandingan kedua sangat membantu kami lolos ke babak berikutnya. Kini, kami membutuhkan pertandingan yang bagus lagi melawan tim sekuat Inggris."

Mensah sendiri baru berusia 19 tahun saat dipanggil oleh pelatih Serbia, Milovan Rajevac. Ia adalah bagian dari tim yang menjuarai Piala Dunia U-20 di Mesir setahun sebelumnya, mengalahkan Brasil melalui adu penalti. Banyak pemain dari tim U-20 itu, termasuk André Ayew, Kwadwo Asamoah, dan Dominic Adiyiah, kemudian menjadi tulang punggung tim senior yang memukau benua Afrika. Mereka bahkan mendapat julukan "BaGhana BaGhana" dari para pendukung yang terkesan dengan perjuangan mereka.

Namun, skuad Ghana asuhan Carlos Queiroz di Piala Dunia 2026 ini diakui tidak memiliki kedalaman talenta yang sama seperti generasi 2010. "Kami punya beberapa pemain berbakat sekarang, tapi tidak sebanding dengan 2010 karena saat itu kami punya segalanya dalam skuad," kata Mensah, yang pernah bermain di Italia, Spanyol, Rusia, dan MLS. "Saat itu, kami punya Kevin-Prince Boateng, Kwadwo, dan Gyan yang berada di puncak performanya. Skuad saat ini masih muda dan bertalenta, jadi mereka perlu diberi ruang untuk berkembang tanpa tekanan berlebih." Mensah memprediksi Ghana bisa merepotkan Inggris, namun mereka harus berjuang keras.

Upaya merekrut pemain keturunan seperti Callum Hudson-Odoi dari Nottingham Forest dan Eddie Nketiah dari Crystal Palace belum membuahkan hasil. Delapan dari 26 pemain Ghana lahir di luar negeri, berbanding dua pemain di skuad 2010. Antoine Semenyo muncul sebagai bintang utama, terutama dengan absennya Mohammed Kudus dari Tottenham akibat cedera otot parah sejak Januari. Semenyo, yang baru mencetak tiga gol dalam 35 caps, sangat berambisi mencatatkan namanya di panggung terbesar, terinspirasi oleh para idolanya di masa kecil.

"Setiap kali saya melihat video 2010, itu membangkitkan banyak kenangan," kata Mensah, yang absen di laga melawan Uruguay karena akumulasi kartu kuning. "Kami ingin sekali mencapai semifinal dan meraih gelar juara. Namun, itu adalah pengalaman luar biasa dan kami belajar banyak. Semoga para pemain sekarang tidak hanya meniru pencapaian kami mencapai perempat final, tetapi juga meniru semangat juang yang kami miliki." Pertandingan melawan Inggris akan menjadi ujian nyata bagi generasi baru Ghana untuk membuktikan diri dan mengukir sejarah baru.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All