{
“title”: “Iran Bantah Klaim Trump atas Selat Hormuz, Sebut ‘Khayalan'”,
“content”: “
Iran melontarkan bantahan keras terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim dapat menguasai Selat Hormuz. Teheran menilai klaim tersebut sebagai sebuah khayalan dan menegaskan bahwa Selat Hormuz bukan milik Amerika Serikat.
Penolakan tegas ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada hari Selasa, 18 Juni 2019. Melalui akun Twitter-nya, Zarif secara gamblang menyatakan bahwa klaim Trump tersebut tidak berdasar dan mengabaikan realitas geopolitik di kawasan tersebut.
“Presiden AS Donald Trump tidak dapat menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat. Ini hanyalah sebuah khayalan,” cuit Zarif pada Selasa (18/6/2019) malam, merespons pernyataan Trump yang sebelumnya dilontarkan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat mengeluarkan pernyataan yang mengindikasikan niat Amerika Serikat untuk menguasai Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, terutama setelah insiden penembakan drone AS oleh Iran pada Kamis, 20 Juni 2019, yang kemudian dibantah Iran. Trump mengklaim bahwa AS memiliki hak untuk menjadikan selat strategis tersebut sebagai wilayah mereka.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran yang sangat vital bagi perdagangan global, khususnya untuk pasokan minyak mentah. Sekitar 20% minyak dunia yang diperdagangkan melalui laut melewati selat ini, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Samudra Hindia. Posisi geografisnya yang strategis menjadikannya titik krusial dalam dinamika energi dan keamanan internasional.
Klaim Trump tersebut dianggap oleh Iran sebagai bentuk provokasi dan upaya untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Zarif menambahkan bahwa Iran akan terus menjaga kedaulatan dan keamanan wilayahnya, termasuk di Selat Hormuz, yang dianggap sebagai jalur vital bagi negara tersebut.
Respons Iran ini menegaskan sikap negara tersebut yang tidak akan gentar menghadapi ancaman atau klaim sepihak dari pihak manapun, termasuk Amerika Serikat. Pernyataan Zarif ini juga mencerminkan kesiapan Iran untuk mempertahankan kepentingan nasionalnya di tengah situasi regional yang kian memanas.
“
}
