CEO UFC, Dana White, menyuarakan ketidakpuasannya terhadap penampilan Ian Garry dalam duelnya melawan Islam Makhachev di UFC 330. Meskipun mengakui Garry berhasil memberikan perlawanan sengit dan membuat Makhachev kesulitan, White merasa performa tersebut belum mencapai potensi maksimal yang diharapkan darinya.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah acara, White secara spesifik menyoroti bahwa meskipun Garry mampu memberikan “babak belur” kepada sang juara kelas ringan, ia merasa ada lebih banyak yang bisa ditunjukkan oleh petarung asal Irlandia tersebut. “Saya pikir Ian Garry seharusnya bisa melakukan lebih baik,” ujar White, menyiratkan bahwa ia melihat celah bagi Garry untuk mendominasi pertandingan lebih mutlak.
Pertarungan antara Ian Garry dan Islam Makhachev memang berlangsung sengit dan penuh drama. Makhachev berhasil mempertahankan gelar juara kelas ringan UFC melalui keputusan unanimous decision. Namun, sepanjang lima ronde, Garry menunjukkan ketangguhan yang luar biasa, bahkan beberapa kali mendaratkan pukulan keras yang membuat Makhachev terlihat tertekan.
Meskipun demikian, kekalahan ini tetap menjadi sorotan bagi karier Garry. White, yang dikenal sebagai pengamat tajam jalannya setiap pertarungan UFC, melihat bahwa meski Garry mampu menyulitkan juara bertahan, ia belum mampu mengamankan kemenangan atau memberikan performa yang benar-benar memukau para penggemar dan dirinya sendiri. “Dia membuat Islam terlihat kesulitan, itu benar. Tapi saya pikir dia bisa melakukan lebih dari itu,” tegas White.
Kekecewaan Dana White ini bisa jadi merupakan dorongan bagi Ian Garry untuk terus berlatih dan memperbaiki strateginya. Dengan potensi yang dimilikinya, ekspektasi terhadap Garry memang sangat tinggi. Pernyataan White ini mengindikasikan bahwa UFC mengharapkan lebih dari sekadar perlawanan sengit, melainkan dominasi dan kemenangan yang meyakinkan dari petarung-petarung bintangnya.
