Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,0 pada Sabtu (15/8) dini hari. Getaran gempa ini dilaporkan terasa hingga ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi tsunami akibat gempa tersebut.
Pusat gempa ini diketahui berada di laut, tepatnya pada koordinat 7.60 Lintang Selatan (LS) dan 123.70 Bujur Timur (BT). Kedalaman gempa tercatat mencapai 642 kilometer di bawah permukaan laut. Meskipun berada di kedalaman yang cukup signifikan, dampak getaran gempa terasa luas.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengkonfirmasi kejadian ini dan menekankan kewaspadaan terhadap potensi tsunami. “Gempa bumi ini berpotensi tsunami,” tegasnya dalam keterangan pers yang diterima pada Sabtu (15/8).
Dampak getaran gempa dirasakan di berbagai wilayah di NTT, termasuk Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Malaka, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Sikka. Selain itu, masyarakat di beberapa wilayah NTB juga merasakan getaran, seperti di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Sumbawa.
BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas terkait potensi kenaikan muka air laut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan rinci mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.
