Ribuan penumpang terpaksa menginap di terminal Bandara Internasional Narita, Jepang, setelah banjir bandang yang menerjang Prefektur Chiba melumpuhkan operasional bandara. Peristiwa ini menyebabkan ratusan penerbangan dibatalkan dan ribuan wisatawan terlantar.
Ketinggian air yang mencapai hingga 1 meter di beberapa area bandara, termasuk di akses jalan menuju terminal dan landasan pacu, membuat aktivitas penerbangan terhenti total sejak Selasa (15/10/2019). Kondisi ini memaksa otoritas bandara untuk menutup sementara seluruh operasional.
Akibatnya, ribuan penumpang yang seharusnya melanjutkan perjalanan harus bertahan di dalam terminal. Fasilitas bandara pun dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menampung para penumpang yang kebingungan. Pantauan di lapangan menunjukkan banyaknya penumpang yang tidur di lantai terminal, menggunakan selimut darurat yang disediakan.
Pihak Bandara Narita menyatakan bahwa mereka telah melakukan berbagai upaya untuk membantu para penumpang yang terlantar. “Kami menyediakan makanan, minuman, dan selimut untuk para penumpang yang terdampak,” ujar seorang juru bicara bandara. Selain itu, informasi mengenai perkembangan situasi dan penerbangan pengganti terus diumumkan secara berkala.
Banjir bandang yang terjadi di Chiba ini merupakan dampak dari curah hujan ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah wilayah lain di Chiba juga dilaporkan mengalami dampak serupa, dengan laporan kerusakan infrastruktur dan rumah warga.
Meskipun kondisi berangsur membaik pada Rabu (16/10/2019), proses pemulihan operasional bandara diprediksi memakan waktu. Otoritas bandara masih terus melakukan evaluasi terhadap kerusakan dan melakukan pembersihan di area yang tergenang air. Ribuan penumpang yang masih menunggu kepastian keberangkatan berharap agar situasi segera normal dan mereka dapat melanjutkan perjalanan masing-masing.
