Kylian Mbappe, kapten tim nasional Prancis, tampil membela rekan setimnya, Ousmane Dembele, yang menerima kritik keras pasca penampilan kurang memuaskan di laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026. Prancis berhasil meraih kemenangan 3-1 atas Senegal di Philadelphia pada Senin, 22 Juni 2026, namun sorotan justru tertuju pada Dembele yang dinilai gagal memberikan kontribusi berarti.
Penyerang Paris Saint-Germain ini tercatat tidak mencetak gol maupun memberikan assist dalam pertandingan tersebut. Statistik menunjukkan Dembele hanya mampu melepaskan satu tembakan yang berhasil diblok oleh pemain lawan sebelum akhirnya ditarik keluar pada menit ke-80 dan digantikan oleh Bradley Barcola. Kontras dengan Dembele, lini serang Prancis lainnya justru tampil gemilang. Kylian Mbappe sukses mencetak dua gol, sementara Michael Olise berkontribusi dengan satu assist dan empat umpan kunci. Bradley Barcola yang masuk sebagai pemain pengganti juga berhasil menyumbangkan gol kedua bagi kemenangan Les Bleus.
Namun, Mbappe dengan tegas membantah anggapan bahwa Dembele tampil buruk. Ia justru menyoroti kontribusi krusial Dembele, terutama di babak pertama. "Ousmane? Saya menonton rekaman pertandingannya dua kali. Di babak pertama dia tampil paling bagus dari empat pemain di lini serang, yang paling menonjol," ungkap Mbappe, menegaskan bahwa rekan setimnya itu justru menjadi motor serangan tim.
Lebih lanjut, Mbappe menjelaskan bahwa pergerakan tanpa bola yang dilakukan Dembele sangat efektif dalam mengganggu konsentrasi pertahanan lawan. Hal ini terbukti mampu membuka celah yang akhirnya dimanfaatkan untuk terciptanya gol pertama bagi Prancis. "Di babak kedua, Michael dan saya menentukan, tapi dia juga berkontribusi. Dia menarik seorang pemain lawan dan menciptakan ruang untuk gol pertama. Ousmane itu sangat tenang, dia itu pemenang Ballon d’Or, dia dipercaya oleh semua orang," tambah Mbappe, menggarisbawahi kualitas dan status Dembele di mata tim.
Kylian Mbappe menunjukkan optimisme tinggi bahwa Ousmane Dembele akan segera kembali menemukan performa terbaiknya. Ia meyakini bahwa Dembele akan menjadi pemain kunci bagi Prancis dalam laga-laga selanjutnya, termasuk pertandingan kedua babak penyisihan grup melawan Irak. "Saya yakin, mulai besok, dia akan kembali ke penampilan terbaiknya. Dia akan jadi seorang pemain kunci untuk kami, itu pasti," ujar Mbappe dengan penuh keyakinan.
Situasi ini menyoroti dinamika timnas Prancis di bawah kepemimpinan Mbappe. Sebagai kapten, ia tidak hanya memimpin di lapangan tetapi juga memberikan dukungan moral dan pembelaan terhadap rekan setimnya yang sedang menghadapi tekanan. Peran kapten sangat penting dalam menjaga kekompakan dan mentalitas tim, terutama di turnamen besar seperti Piala Dunia 2026. Dukungan dari Mbappe diharapkan dapat membebaskan Dembele dari beban kritik dan memungkinkannya untuk tampil lepas di pertandingan mendatang.
Piala Dunia 2026, yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menjadi panggung krusial bagi setiap tim untuk membuktikan diri. Perjalanan Prancis di babak grup tentu akan terus dipantau dengan ketat. Kemenangan atas Senegal menjadi modal awal yang positif, namun performa impresif dari seluruh lini akan menjadi kunci keberhasilan mereka. Dengan adanya pembelaan dari kaptennya, Ousmane Dembele diharapkan dapat bangkit dan menunjukkan kualitasnya yang sebenarnya, berkontribusi lebih maksimal untuk ambisi Prancis di turnamen akbar ini.
Kritik terhadap pemain bintang memang kerap terjadi, terutama saat ekspektasi yang tinggi dibebankan. Namun, respons dari Mbappe menunjukkan kedalaman skuad Prancis dan kemampuannya dalam mengelola tekanan. Pengalaman Dembele sebagai pemenang Ballon d’Or menjadi bukti kapasitasnya sebagai pemain kelas dunia. Fokus kini beralih kepada bagaimana Dembele akan merespons dukungan dari kaptennya dan kembali bersinar di laga-laga berikutnya, demi mengantarkan Prancis melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Pertandingan melawan Irak akan menjadi ujian awal bagi kebangkitan Ousmane Dembele dan soliditas timnas Prancis.











