Sebuah studi terbaru mengungkap potensi besar dari sentuhan fisik antara ibu dan bayi dalam mencegah timbulnya depresi pasca melahirkan atau post-partum depression (PPD). Temuan ini memberikan harapan baru bagi para ibu untuk menjaga kesehatan mental mereka di masa krusial setelah persalinan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Acta Paediatrica ini secara spesifik menyoroti manfaat dari metode Kangaroo Mother Care (KMC), sebuah praktik perawatan bayi yang menekankan kontak kulit ke kulit antara orang tua dan bayi baru lahir. KMC, yang sudah lama dikenal untuk manfaat fisiologis bayi, kini terbukti memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan emosional ibu.
Para peneliti dari Karolinska Institutet di Swedia, yang terlibat dalam studi ini, mengamati 30 pasangan ibu-bayi. Hasilnya menunjukkan bahwa ibu yang mempraktikkan KMC selama 30 menit setiap hari selama dua minggu mengalami penurunan gejala depresi yang lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Tingkat stres ibu juga dilaporkan menurun drastis.
Dr. Sofia Södling, salah satu penulis studi, menjelaskan, “Kami menemukan bahwa KMC tidak hanya memberikan manfaat fisiologis bagi bayi, tetapi juga memiliki efek positif yang kuat pada ibu. Ibu yang melakukan KMC melaporkan perasaan lebih tenang dan lebih sedikit mengalami gejala depresi.” Pernyataan ini menegaskan bahwa sentuhan fisik dapat memicu pelepasan hormon oksitosin, yang dikenal sebagai “hormon cinta”, yang berperan penting dalam mengurangi stres dan meningkatkan ikatan emosional.
Studi ini merekomendasikan agar praktik KMC dapat diintegrasikan lebih luas dalam perawatan pasca persalinan, baik di rumah sakit maupun di rumah. “Fokus pada kontak kulit ke kulit dapat menjadi intervensi sederhana namun sangat efektif untuk mendukung kesehatan mental ibu dan memperkuat hubungan antara ibu dan bayi,” tambah Dr. Södling.
Depresi pasca melahirkan merupakan kondisi serius yang dapat memengaruhi jutaan perempuan di seluruh dunia. Gejalanya meliputi kesedihan mendalam, kelelahan ekstrem, kecemasan, dan kesulitan merawat bayi. Dengan adanya temuan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya kontak fisik dini antara ibu dan bayi semakin meningkat, serta mendorong implementasi strategi pencegahan yang lebih efektif.
