Thursday, 13 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Mentan Amran Bantah Diskriminasi, Jelaskan Pencopotan Koordinator KPPG Surabaya

Oleh Yohanes August 13, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat bicara mengenai pencopotan Koordinator Wilayah Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Tiara Devi. Amran membantah keras adanya unsur diskriminasi dalam keputusan tersebut dan memaparkan kronologi yang melatarbelakanginya.

Menurut Mentan Amran, pencopotan Tiara Devi bukanlah tindakan diskriminatif terhadap perempuan, melainkan murni karena alasan profesionalisme dan kinerja. Ia menegaskan bahwa semua keputusan yang diambil selalu berdasarkan penilaian objektif terhadap tugas dan tanggung jawab yang diemban.

“Tidak ada diskriminasi. Semua keputusan itu profesionalisme,” ujar Amran dalam sebuah kesempatan, menegaskan posisinya. Ia menjelaskan bahwa evaluasi kinerja merupakan bagian dari mekanisme standar dalam sebuah organisasi pemerintahan, termasuk di lingkungan Kementerian Pertanian.

Lebih lanjut, Amran membeberkan kronologi yang berujung pada pencopotan Tiara Devi. Ia menyatakan bahwa sebelum keputusan diambil, telah dilakukan serangkaian evaluasi terkait pelaksanaan tugas dan fungsi Koordinator Wilayah KPPG Surabaya. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk pencapaian target dan efektivitas kerja.

“Kita kan ada evaluasi. Ada evaluasi kinerja. Jadi ada penilaian,” ungkapnya. Amran menekankan bahwa proses evaluasi tersebut dilakukan secara menyeluruh dan transparan, melibatkan penilaian terhadap berbagai indikator kinerja. Hasil dari evaluasi inilah yang kemudian menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait posisi Tiara Devi.

Mentan Amran juga menyentil adanya dugaan bahwa pencopotan tersebut berkaitan dengan masalah politik. Ia dengan tegas membantahnya. Menurutnya, keputusan tersebut murni terkait dengan profesionalisme dalam bekerja dan tidak ada campur tangan dari unsur politik manapun. Ia berkeyakinan bahwa penempatan dan evaluasi jabatan haruslah bebas dari kepentingan politik.

“Ini bukan masalah politik, ini masalah profesionalisme,” tegas Amran. Ia berharap agar masyarakat tidak membuat spekulasi yang tidak berdasar mengenai pencopotan tersebut. Amran berkomitmen untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian.

Bagikan: Facebook X WhatsApp