AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Pesan Tegas untuk China

Heni Maulidya

Amerika Serikat dilaporkan akan menempatkan sistem peluncur rudal jarak menengah terbarunya, Typhon, di pangkalan militer Jepang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari latihan militer bersama yang dijadwalkan dalam waktu dekat dan diklaim sebagai upaya pencegahan terhadap meningkatnya pengaruh militer China di kawasan Indo-Pasifik.

Menurut laporan media Jepang Nikkei pada Minggu (21/6), unit-unit peluncur rudal darat Typhon yang mampu menembakkan rudal jelajah Tomahawk akan dikirim ke Pangkalan Udara Kanoya di Prefektur Kagoshima. Pangkalan ini merupakan salah satu fasilitas militer terbesar yang memiliki kedekatan strategis dengan Kepulauan Nansei dan Selat Taiwan, jalur maritim yang krusial. Penempatan ini tidak hanya untuk latihan, tetapi juga berpotensi untuk pengerahan cepat jika diperlukan.

Sistem rudal Typhon rencananya juga akan dilibatkan dalam latihan gabungan "Orient Shield" yang dijadwalkan pada September mendatang. Setelah latihan tersebut, unit-unit Typhon akan dipindahkan ke pangkalan militer AS yang berlokasi di Jepang, menunjukkan keseriusan AS dalam memperkuat kehadiran militernya di wilayah tersebut. Pihak AS sendiri belum memberikan komentar resmi terkait penempatan ini.

Pengerahan sistem Typhon ke Jepang ini dipandang sebagai respons strategis AS terhadap dinamika keamanan yang berkembang di Asia Timur, khususnya terkait dengan kekuatan militer China. Seorang pejabat senior Pasukan Bela Diri (SDF) Jepang menyatakan bahwa penempatan senjata ini bertujuan agar dapat segera dikerahkan saat dibutuhkan, memberikan fleksibilitas operasional yang tinggi.

Sebelumnya, AS pernah mengerahkan sistem Typhon ke Jepang pada latihan gabungan "Resolute Dragon" di Pangkalan Udara Korps Marinir Iwakuni, Prefektur Yamaguchi, pada tahun 2023. Namun, sistem tersebut ditarik kembali beberapa bulan setelah latihan usai. Saat itu, China sempat menyampaikan protes, menganggap penempatan Typhon meningkatkan risiko konfrontasi militer di Asia Timur.

Sistem Typhon sendiri merupakan sistem peluncur rudal jarak menengah berbasis kontainer yang dirancang untuk meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dan rudal serbaguna SM-6 dari darat. Kemampuannya untuk menembakkan rudal Tomahawk dari Prefektur Kagoshima, misalnya, dapat menjangkau wilayah pesisir timur China seperti Shanghai, Zhejiang, dan Fujian. Keberhasilan Jepang dalam mengimpor rudal Tomahawk dengan jangkauan sekitar 1.600 kilometer pada paruh kedua tahun 2026 akan semakin memperkuat kapabilitas pertahanan di wilayah tersebut.

Keunggulan peluncur rudal berbasis darat seperti Typhon terletak pada kepastian target yang lebih besar dan mobilitas yang lebih cepat dibandingkan dengan sistem yang berbasis kapal. Seluruh komponen sistem Typhon, termasuk pusat komando, peluncur vertikal, rudal, dan peralatan pendukung, dirancang agar muat dalam kontainer standar 40 kaki. Desain modular ini memudahkan pengangkutan menggunakan truk atau kereta api, sekaligus menyulitkan musuh untuk mendeteksi keberadaannya.

Langkah AS menempatkan sistem rudal jarak menengah di Jepang ini juga dilihat sebagai upaya menutup "kesenjangan rudal" dengan China. Selama bertahun-tahun, AS menahan diri untuk menempatkan rudal berbasis darat dengan jangkauan 500 hingga 5.500 kilometer, sebagian besar karena kepatuhan terhadap Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah (INF) yang sempat berlaku dengan Uni Soviet.

Setelah perjanjian INF runtuh pada tahun 2019, AS menghadapi tantangan dalam mengerahkan rudal jarak menengahnya. Pertimbangan terhadap respons lokal dan potensi kemarahan China menjadi faktor penunda. Namun, melihat pesatnya peningkatan kapabilitas persenjataan China, AS merasa perlu mengambil langkah lebih tegas.

China sendiri telah secara signifikan meningkatkan stok rudal balistiknya. Laporan menunjukkan peningkatan dari 750 unit pada tahun 2022 menjadi sekitar 1.850 unit pada tahun 2025. Rudal-rudal balistik ini memiliki jangkauan yang sangat luas, mulai dari 1.000 hingga 5.500 kilometer, memberikan China kemampuan proyeksi kekuatan yang signifikan di kawasan.

Penempatan sistem Typhon di Jepang ini menegaskan komitmen AS untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus menjadi sinyal jelas kepada China mengenai kesiapan AS untuk merespons setiap ancaman yang muncul. Hubungan bilateral antara AS dan Jepang yang semakin erat dalam bidang pertahanan menunjukkan upaya bersama untuk menghadapi tantangan keamanan regional yang semakin kompleks.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All