Program Bakti Komdigi telah berhasil memperluas jangkauan internet hingga ke lebih dari 31.000 titik di seluruh Indonesia, dengan fokus utama pada wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Inisiatif ini secara signifikan mendukung sektor pendidikan, kesehatan, serta perekonomian masyarakat di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh infrastruktur digital.
Perluasan akses internet ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk pemerataan digital di Indonesia. Sebanyak 31.010 lokasi telah terhubung ke jaringan internet melalui program Bakti Komdigi. Dari jumlah tersebut, sekolah menjadi salah satu penerima manfaat utama, dengan 12.933 sekolah telah mendapatkan fasilitas internet. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan akses informasi bagi siswa dan guru di daerah terpencil.
Selain sektor pendidikan, fasilitas kesehatan juga menjadi prioritas. Puskesmas di berbagai daerah kini telah terhubung internet, memfasilitasi layanan kesehatan yang lebih baik dan efisien. Sebanyak 5.827 Puskesmas mendapatkan manfaat langsung dari program ini. Ketersediaan koneksi internet di fasilitas kesehatan sangat krusial untuk mendukung sistem rekam medis elektronik, telemedisin, serta koordinasi antar-petugas kesehatan.
Di luar sektor pendidikan dan kesehatan, Bakti Komdigi juga menyasar berbagai fasilitas publik lainnya. Kantor Pelayanan Publik (KPP) sebanyak 3.433 unit, kantor desa sebanyak 5.091 unit, dan fasilitas umum lainnya yang mencakup 3.726 titik turut menikmati layanan internet ini. Kehadiran internet di titik-titik tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mempermudah akses informasi bagi masyarakat, serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Program Bakti Komdigi, yang merupakan bagian dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), terus berkomitmen untuk menghadirkan konektivitas digital hingga ke pelosok negeri. Melalui penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) dan koneksi internet, BAKTI berupaya mengurangi kesenjangan digital antarwilayah di Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia terkoneksi.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya pemerataan akses internet. Ia menyatakan, “Akses internet ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal pemerataan kesempatan. Dengan internet, anak-anak di daerah 3T bisa belajar seperti anak-anak di kota, masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan, dan ekonomi lokal bisa berkembang.” Pernyataan ini menggarisbawahi tujuan strategis di balik ekspansi jaringan internet Bakti Komdigi.
