Jakarta – Petani kelapa sawit dihadapkan pada tantangan baru dalam upaya meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan mereka. Pengalaman puluhan tahun yang selama ini menjadi bekal utama kini terasa tidak lagi memadai. Diperlukan adaptasi dan penerapan praktik-praktik baru agar sektor ini tetap kompetitif di masa depan.
Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. Ir. Yusdar Hilman, M.Sc., seorang ahli agronomi, dalam sebuah forum diskusi yang diselenggarakan pada 15 Mei 2024. Menurutnya, tuntutan pasar global yang semakin ketat, perubahan iklim, serta isu keberlanjutan mengharuskan petani sawit untuk tidak hanya mengandalkan kebiasaan lama.
Yusdar Hilman menekankan pentingnya adopsi teknologi dan metode pengelolaan perkebunan yang lebih modern. “Pengalaman itu penting, tapi jangan jadikan pengalaman itu sebagai tembok untuk tidak mau belajar hal baru,” ujar Prof. Yusdar dalam pidatonya. Ia menambahkan bahwa saat ini banyak inovasi yang bisa diadopsi, mulai dari penggunaan benih unggul, teknik pemupukan yang tepat sasaran, hingga penggunaan alat-alat pertanian modern yang dapat meningkatkan efisiensi kerja.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pemahaman mendalam mengenai praktik perkebunan berkelanjutan. Sertifikasi seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) menjadi salah satu tolok ukur yang semakin diperhatikan oleh para pembeli di pasar internasional. Petani yang mampu memenuhi standar ISPO akan memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.
Selain aspek teknis, aspek manajemen juga memegang peranan krusial. “Bagaimana mengelola biaya produksi, bagaimana mengelola tenaga kerja, itu semua harus dipelajari agar kebun sawit ini bisa memberikan keuntungan yang maksimal dan berkelanjutan,” jelas Prof. Yusdar. Ia juga mengapresiasi upaya berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga penelitian, yang terus berupaya memberikan edukasi dan pendampingan kepada para petani sawit.
Diskusi yang berlangsung di Jakarta tersebut juga dihadiri oleh perwakilan petani dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka menyambut baik masukan-masukan yang disampaikan. Salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Memang benar, sekarang ini persaingan semakin berat. Kami harus terus belajar agar tidak tertinggal.” Upaya peningkatan kapasitas petani sawit diharapkan dapat terus berlanjut demi masa depan perkebunan kelapa sawit Indonesia yang lebih cerah.
