Film animasi terbaru dari Pixar Animation Studios, Toy Story 5, berhasil memukau penonton dan kritikus, mencatatkan pendapatan spektakuler sebesar US$160 juta atau setara dengan Rp2,5 triliun (dengan kurs Rp16.000/US$) di pasar Amerika Serikat dan Kanada selama akhir pekan perdana penayangannya yang berakhir pada Minggu, 22 Juni 2026. Prestasi gemilang ini tidak hanya menempatkan film tersebut di puncak tangga box office, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai salah satu peluncuran film tersukses tahun ini.
Keberhasilan Toy Story 5 melampaui ekspektasi, mengalahkan rekor debut terbaik tahun 2026 yang sebelumnya dipegang oleh "The Super Mario Galaxy Movie" dari Universal Pictures sejak April lalu. Lembaga pemantau industri box office terkemuka, Boxoffice Pro, sebelumnya telah memprediksi potensi pendapatan minimal US$160 juta, namun hasil akhir menunjukkan performa yang jauh lebih kuat. Peluncuran ini menandai pembukaan paling sukses sepanjang sejarah waralaba Toy Story yang telah menghibur penonton sejak 1995.
Selain memecahkan rekor waralaba, performa finansial Toy Story 5 menempatkan petualangan Buzz Lightyear dan kawan-kawan sebagai pembukaan akhir pekan terbaik kedua dalam sejarah studio Pixar. Pencapaian ini hanya kalah dari "Incredibles 2" yang dirilis pada tahun 2018, menunjukkan kekuatan abadi dari karakter-karakter yang dicintai ini.
Laju positif Toy Story 5 di pasar didorong oleh kombinasi berbagai faktor. Ulasan positif yang mulai beredar menjelang libur panjang Juneteenth dan perayaan Hari Ayah memberikan dorongan signifikan. Antusiasme penonton semakin diperkuat oleh kehadiran lagu hits Taylor Swift, "I Knew It, I Knew You," dalam jajaran soundtrack film. Lagu tersebut tidak hanya menambah daya tarik musikal tetapi juga menarik perhatian penggemar musik pop yang luas ke dalam dunia Toy Story.
Hasil penjualan tiket yang masif ini sekaligus menjadi indikator kebangkitan Pixar di bawah kepemimpinan Presiden Jim Morris dan Chief Creative Officer Pete Docter. Tren positif ini sebelumnya telah dimulai dengan kesuksesan besar "Inside Out 2" pada tahun 2024, yang menjadi film Hollywood dengan pendapatan tertinggi tahun itu dengan total penjualan global mencapai US$1,7 miliar. Kesuksesan ini menjadi penawar pasca-fase sulit di mana beberapa film dirilis langsung ke layanan streaming Disney+.
Performa Pixar pada tahun ini semakin diperkuat oleh film orisinal "Hoppers" yang berhasil mengumpulkan US$388,9 juta secara global. Angka ini menunjukkan peningkatan yang mengesankan dibandingkan dengan "Elio," proyek non-waralaba Pixar tahun lalu yang hanya mampu mengantongi pendapatan sebesar US$154 juta. Hal ini menegaskan kembali kemampuan Pixar untuk menghasilkan karya orisinal yang sukses di samping franchise yang sudah mapan.
Toy Story 5 menjadi salah satu pilar utama dalam kalender sinema musim panas tahun ini, bersaing dengan proyek-proyek besar lainnya. Film-film blockbuster seperti "Spider-Man: Brand New Day" dari Sony Group Corp. dan "The Odyssey" besutan sutradara Christopher Nolan bersama Universal, turut meramaikan persaingan. Analis dari Rentrak dan Bloomberg Intelligence memproyeksikan bahwa kehadiran film-film unggulan ini mampu mendongkrak total penjualan tiket musim panas di Amerika Serikat dan Kanada hingga mencapai kisaran US$4,1 miliar hingga US$4,3 miliar. Proyeksi ini mengindikasikan potensi pemulihan industri perfilman ke level prapandemi.
Kembalinya karakter-karakter ikonik seperti Woody, Buzz Lightyear, dan gengnya ke layar lebar tampaknya telah disambut hangat oleh generasi penggemar lama maupun baru. Keberhasilan Toy Story 5 tidak hanya menjadi kemenangan bagi Pixar dan Disney, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa film animasi berkualitas tinggi dengan cerita yang kuat masih memiliki daya tarik luar biasa di pasar global. Perjalanan epik para mainan ini di layar lebar diprediksi akan terus berlanjut dengan kesuksesan yang lebih besar lagi.











