Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melayangkan protes keras terkait penggunaan hafalan surah Al-Qur’an sebagai bagian dari promosi minuman keras (miras) dalam festival musik Sounds Project. Kejadian yang terjadi di festival tersebut dianggap sangat tidak pantas dan menyinggung banyak pihak, khususnya umat Islam.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori, menyatakan keprihatinannya mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang harus dijunjung tinggi dan dihormati, bukan dijadikan alat untuk mempromosikan produk yang bertentangan dengan ajaran agama. “Ini adalah pelecehan terhadap agama dan kitab suci Al-Qur’an. Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan meminta pertanggungjawaban dari pihak penyelenggara,” ujar Bukhori pada Selasa (25/7/2023).
Senada dengan Bukhori, Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, juga mengecam keras tindakan tersebut. Menurutnya, penggunaan ayat suci Al-Qur’an untuk tujuan komersial, apalagi untuk produk yang dilarang dalam ajaran Islam, merupakan bentuk penistaan agama. “Kami mendesak agar pihak penyelenggara festival Sounds Project memberikan klarifikasi dan permintaan maaf yang tulus. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali di masa mendatang,” tegas Herman.
Herman menambahkan bahwa pihaknya akan segera menjadwalkan rapat dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta instansi terkait lainnya untuk membahas lebih lanjut mengenai insiden ini. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi perizinan acara-acara serupa dan memastikan agar tidak ada lagi pelanggaran norma agama dan sosial yang terjadi.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Ralief, menyampaikan kekecewaannya atas dugaan kelalaian panitia dalam mengawasi konten yang ditampilkan di festival. Ia menekankan pentingnya edukasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan acara publik, terutama yang melibatkan unsur seni dan hiburan. “Ini menunjukkan adanya defisit dalam pengawasan dan kurasi konten. Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak,” pungkas Ralief.
