Saturday, 8 August 2026
BREAKING
BERITA

Kendaraan Listrik Merambah Tambang, Infrastruktur Pengisian Daya dan Perawatan Jadi KPR Baru

Oleh Emanuel August 8, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perkembangan kendaraan listrik (EV) kini merambah sektor pertambangan, membawa angin segar efisiensi dan keberlanjutan. Namun, di balik potensi besar ini, muncul tantangan signifikan terkait ketersediaan infrastruktur pengisian daya dan fasilitas bengkel yang memadai. PT Pertamina Patra Niaga, salah satu pemain kunci dalam penyediaan energi, mengidentifikasi kesiapan infrastruktur sebagai pekerjaan rumah utama dalam agenda elektrifikasi tambang.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, secara gamblang menyampaikan bahwa integrasi kendaraan listrik di lingkungan tambang bukanlah perkara mudah. Beliau menyoroti perlunya kesiapan infrastruktur yang matang untuk mendukung operasional kendaraan listrik ini. “Yang paling krusial adalah infrastruktur charging station dan juga bengkelnya,” ujar Riva dalam acara yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (24/1/2024).

Pernyataan Riva ini menggarisbawahi bahwa adopsi EV di sektor yang sangat bergantung pada operasional intensif seperti pertambangan membutuhkan lebih dari sekadar unit kendaraan itu sendiri. Ketersediaan stasiun pengisian daya yang memadai, terutama di lokasi tambang yang terpencil, menjadi faktor penentu kelancaran operasional. Selain itu, ketersediaan bengkel yang mampu menangani perawatan dan perbaikan kendaraan listrik juga mutlak diperlukan.

Lebih lanjut, Riva menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga sendiri tengah berupaya mempersiapkan diri untuk menghadapi era elektrifikasi ini. Perusahaan terus melakukan kajian dan pengembangan untuk memastikan kesiapan infrastruktur energi, termasuk untuk mendukung kendaraan listrik. Upaya ini mencakup investasi dalam teknologi pengisian daya dan pengembangan jaringan pasokan energi yang andal.

Proses elektrifikasi tambang ini diharapkan tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Namun, realisasi visi ini sangat bergantung pada bagaimana para pemangku kepentingan, termasuk perusahaan tambang dan penyedia energi seperti Pertamina, mampu mengatasi tantangan infrastruktur yang ada. Keberhasilan dalam menyediakan charging station yang memadai dan fasilitas bengkel yang mumpuni akan menjadi kunci utama dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di sektor pertambangan Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp