Pemerintah didorong untuk mengalihkan fokus kebijakan insentif kendaraan listrik (BEV) di masa mendatang. Alih-alih sekadar membentuk pasar, dorongan utama kini disarankan untuk diarahkan pada penguatan industri otomotif nasional. Pergeseran strategi ini muncul seiring dengan pandangan bahwa pasar mobil listrik di Indonesia kini telah menunjukkan kematangan yang cukup.
Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier. Ia mengemukakan bahwa insentif yang diberikan sebelumnya telah berhasil menciptakan ceruk pasar bagi kendaraan listrik. Kini, saatnya kebijakan tersebut dimanfaatkan untuk memacu daya saing industri dalam negeri.
Taufiek menjelaskan, fokus insentif perlu bergeser dari sekadar mendorong adopsi konsumen menjadi penguatan sektor produksi. Hal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan komponen lokal, peningkatan kapasitas produksi, hingga riset dan pengembangan teknologi kendaraan listrik yang lebih canggih.
βJadi, kita tidak lagi berbicara tentang pembentukan pasar, tetapi bagaimana kita harus memperkuat industri kita,β ujar Taufiek Bawazier dalam sebuah kesempatan. Ia menekankan pentingnya ekosistem industri yang kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang sektor kendaraan listrik di Indonesia.
Lebih lanjut, Taufiek menguraikan bahwa Kementerian Perindustrian telah memiliki peta jalan yang jelas untuk pengembangan industri otomotif nasional, termasuk sektor kendaraan listrik. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk kendaraan listrik. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada komponen impor dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
βKita ingin ada industri yang kuat, bukan hanya dari sisi permintaan, tetapi juga dari sisi suplai,β tambahnya. Dengan penguatan industri, Indonesia diharapkan mampu tidak hanya menjadi pasar bagi kendaraan listrik, tetapi juga menjadi basis produksi yang kompetitif di kancah regional maupun global.
Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi industri otomotif. Berbagai kemudahan dan stimulus akan terus dievaluasi dan disesuaikan agar selaras dengan tujuan utama, yaitu menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri kendaraan listrik di masa depan.
