Selebritas Dinar Candy menunjukkan keseriusannya dalam melebarkan sayap di sektor bisnis transportasi laut. Ia menargetkan penambahan armada kapal tongkang pada tahun ini sebagai bagian dari strategi ekspansi usahanya. Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat posisinya di industri logistik perairan yang dinilai memiliki potensi menjanjikan.
Rencana ambisius ini diungkapkan langsung oleh Dinar Candy saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Minggu, 21 Juni 2026. Perbincangan dengan awak media Detik Hot mengungkap bahwa perempuan berusia 32 tahun ini memiliki visi untuk tidak hanya mengoperasikan satu set kapal tongkang, melainkan memperbanyak armadanya agar dapat melayani lebih banyak kebutuhan klien.
"Pengin maksud tuh kapalnya gak satu, pengin banyak, kayak gitu," ujar Dinar Candy dengan nada optimis, mengindikasikan keinginan kuatnya untuk tumbuh dan berkembang di lini bisnis yang berbeda dari dunia hiburan yang membesarkan namanya.
Langkah strategis ini juga berdampak pada pengelolaan keuangan pribadi Dinar Candy. Ia mengaku kini lebih memperketat pengeluaran pribadi, terutama untuk barang-barang mewah. Keputusan ini diambil demi mengalokasikan dana yang lebih besar sebagai modal untuk pengembangan bisnis pelayarannya.
"Intinya kayak uang dari perusahaan tuh gak aku pakai buat shopping-shopping, kayak beli-beli tas mahal gitu sekarang. Sekarang tuh benar-benar uangnya aku kumpulin buat ngembangkan usaha aku," jelas Dinar Candy, menunjukkan kedewasaannya dalam berbisnis. Ia menyadari bahwa kesuksesan di dunia bisnis membutuhkan fokus dan disiplin finansial yang tinggi.
Saat ini, bisnis jasa kelautan yang digeluti Dinar Candy baru mengoperasikan satu set kapal tongkang. Ia berharap proses penambahan armada baru yang sedang dalam tahap persiapan dapat berjalan lancar dan sesuai harapan.
"Ya semoga ini aja lah, semoga jodoh ya, karena kan kayak gitu juga jodoh-jodohan belinya," ungkap Dinar Candy sambil tertawa kecil, menyiratkan bahwa dalam bisnis pengadaan aset sebesar kapal tongkang, ada faktor keberuntungan dan kecocokan yang turut berperan.
Penting untuk dicatat, Dinar Candy menegaskan bahwa lini bisnis yang digelutinya bergerak murni di sektor jasa angkutan perairan. Ia ingin meluruskan asumsi publik yang mungkin mengaitkannya langsung dengan kepemilikan tambang batubara.
"Iya aku usahanya sih sebenarnya kalau kapal itu bukan batu bara ya, kapal itu lebih ke pelayaran, pelayaran. Pelayaran jadi kayak angkutan lah muatan," jelas Dinar Candy. Ia memposisikan bisnisnya sebagai penyedia jasa logistik yang memanfaatkan kapal tongkang untuk mengangkut berbagai jenis muatan.
Armada transportasi laut miliknya difungsikan untuk memindahkan muatan logistik dari darat menuju kapal yang lebih besar, yang dikenal sebagai kapal induk atau vessel. Skema kerja sama yang terjalin didasarkan pada pemenuhan kebutuhan jasa angkut bagi para klien yang membutuhkan.
"Jadi aku narik batu bara, batu bara punya orang nanti diantar ke vessel kayak gitu. Jadi bukan batu baranya bukan punya aku," tegas Dinar Candy. Hal ini berarti ia berperan sebagai operator jasa pengangkutan, bukan sebagai pemilik komoditas yang diangkut.
Meskipun angkutan batubara diakui memberikan margin keuntungan yang lebih besar, Dinar Candy menjelaskan bahwa kapal tongkang miliknya tetap fleksibel dan dapat digunakan untuk mengangkut komoditas atau material konstruksi jenis lainnya.
"Jadi aku bisa narik pasir, batu split, bisa narik batu bata, pokoknya apa aja bisa. Cuman kan emang yang lebih besar uangnya di batu bara gitu," tambahnya. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah dalam bisnisnya, memungkinkan adaptasi terhadap permintaan pasar yang beragam.
Fokus pada penyediaan unit transportasi laut dipilih Dinar Candy karena ia menilai sektor ini memiliki tingkat risiko yang lebih terukur dibandingkan jika ia langsung terjun ke industri pertambangan itu sendiri. Ia melihat bisnis kapal tongkang lebih sebagai penyedia alat transportasi.
"Makanya aku sih gak berani ya kalau bisnis batu bara, tapi kalau kapal tongkang aku berani karena dia kan kayak alat transportasi aja," tutur Dinar Candy. Pendekatan ini menunjukkan pemahaman yang baik mengenai manajemen risiko dalam berbisnis.
Ia lebih lanjut mengilustrasikan fungsi kapal tongkang serupa dengan kendaraan angkut barang di darat, seperti mobil pick-up. Perbedaan utamanya terletak pada medium operasional di air serta kapasitas muatan yang jauh lebih masif.
"Kalau di darat tuh kayak kita mobil pick-up lah, kayak narik sayuran, narik apa bisa. Cuma ini skalanya di air gitu dan lebih besar," pungkas Dinar Candy. Analogi ini memudahkan pemahaman publik mengenai peran dan fungsi kapal tongkang dalam rantai logistik. Dengan ekspansi bisnis ini, Dinar Candy berupaya membangun imperium bisnisnya di luar dunia hiburan, menunjukkan sisi lain dari dirinya sebagai seorang pengusaha yang visioner.











