Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Patung “Najma” di Madinah Tuai Kontroversi: Seni Amerika dan Nilai Lokal

Oleh Muzairi M August 5, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebuah patung wanita berwarna biru elektrik yang diberi nama “Najma” di Madinah, Arab Saudi, tengah menjadi sorotan publik dan menimbulkan polemik. Patung ini adalah karya seni dari seorang seniman asal Amerika Serikat, yang keberadaannya dinilai sebagian pihak bertentangan dengan nilai-nilai setempat.

Patung “Najma” sendiri merupakan bagian dari rangkaian karya seni yang dipajang di area publik Madinah. Diciptakan oleh seniman Amerika Serikat, patung ini menampilkan sosok wanita dengan warna biru elektrik yang mencolok. Namun, keunikan visualnya tersebut justru memicu perdebatan mengenai kesesuaiannya dengan norma dan budaya yang berlaku di kota suci umat Islam tersebut.

Menurut laporan yang beredar, patung “Najma” ini tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari sebuah instalasi seni yang lebih luas, yang bertujuan untuk memperkaya estetika kota. Namun, detail mengenai seniman spesifik dan judul karya seni lainnya tidak disebutkan dalam informasi awal yang tersedia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. M. Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D., angkat bicara mengenai fenomena ini. Beliau menyampaikan pandangannya bahwa patung tersebut memang berpotensi menimbulkan kontroversi karena dapat dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya di Madinah. “Patung wanita itu, di Madinah, kan kita tahu Madinah itu kan suci, jadi patung wanita ya tidak pantas karena bisa menimbulkan fitnah,” ujar KH. M. Cholil Nafis dalam sebuah pernyataan.

Pandangan ini didasarkan pada pemahaman umum mengenai larangan penggambaran makhluk hidup dalam bentuk patung di lingkungan yang sangat sensitif secara keagamaan, seperti kota Madinah. Keberadaan patung, apalagi dengan visual yang dianggap menonjol, berpotensi menimbulkan interpretasi yang beragam dan bahkan dianggap melanggar kaidah kesopanan dan kesucian tempat tersebut.

Lebih lanjut, KH. M. Cholil Nafis juga menyinggung kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam penempatan patung tersebut. “Ini kan bisa jadi ada niat atau ada unsur kesengajaan untuk menguji atau untuk menimbulkan polemik,” tambahnya. Pernyataan ini mengindikasikan adanya dugaan bahwa penempatan patung tersebut mungkin tidak murni karena pertimbangan artistik semata, melainkan bisa jadi memiliki agenda lain yang perlu dicermati.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak otoritas Arab Saudi maupun penyelenggara pameran seni mengenai keberadaan patung “Najma” dan tanggapan terhadap polemik yang muncul. Namun, perdebatan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan sensitivitas budaya dan agama dalam setiap ekspresi seni yang ditampilkan di ruang publik, terutama di lokasi-lokasi yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat manusia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp