Tuesday, 4 August 2026
BREAKING
DUNIA

Trump Sebut Iran “Bermuka Dua” Usai Bantah Negosiasi dengan AS

Oleh Heni Maulidya August 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan kritik tajam terhadap Iran menyusul bantahan negara itu mengenai adanya negosiasi lanjutan dengan Washington. Trump menilai sikap Iran tersebut sebagai bentuk kemunafikan.

Pernyataan keras Trump ini dilontarkan pada Selasa (13/8/2019) setelah Iran secara tegas membantah laporan yang menyebutkan bahwa mereka sedang dalam pembicaraan untuk menyepakati kesepakatan baru dengan Amerika Serikat. Bantahan ini datang dari Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

Zarif menyatakan dengan lugas bahwa Iran tidak sedang bernegosiasi dengan AS. “Tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat,” tegas Zarif dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari yang sama. Ia menambahkan bahwa Teheran tidak memiliki rencana untuk melakukan pembicaraan dengan Washington. Bantahan ini muncul di tengah spekulasi yang berkembang mengenai kemungkinan adanya upaya rekonsiliasi antara kedua negara.

Menanggapi bantahan tersebut, Presiden Trump melontarkan kecaman melalui akun Twitter pribadinya. “Iran menyatakan bahwa mereka tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat lagi. Ini sangat bermuka dua!” tulis Trump pada Selasa (13/8/2019). Ia merasa bahwa Iran telah menunjukkan sikap yang tidak konsisten dan meragukan.

Trump sebelumnya telah berulang kali menyatakan kesiapannya untuk bertemu dengan para pemimpin Iran tanpa prasyarat, guna membahas kesepakatan nuklir yang lebih luas. Tawaran ini merupakan bagian dari upaya Washington untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran setelah menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) pada Mei 2018. AS memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang ketat terhadap Iran setelah keputusan tersebut.

Meskipun Trump membuka pintu dialog, sikap Iran yang konsisten menolak negosiasi tanpa adanya pencabutan sanksi menunjukkan jurang pemisah yang dalam dalam upaya mencari solusi diplomatik. Bantahan Zarif ini semakin mempertegas posisi Teheran yang menuntut AS untuk kembali ke kesepakatan nuklir dan mencabut sanksi sebelum pembicaraan dapat dilanjutkan. Situasi ini menyoroti ketegangan yang terus berlanjut antara kedua negara di tengah eskalasi retorika.

Bagikan: Facebook X WhatsApp