Keluarga Musisi Anang Hermansyah Raih Tiga Gelar Akademik Sekaligus di Universitas Airlangga

Wibowo

Momen langka dan membanggakan terjadi di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada Sabtu, 20 Juni 2026. Tiga anggota keluarga musisi kondang, Anang Hermansyah, istrinya Ashanty Hastuti, dan putra mereka Azriel Hermansyah, secara bersamaan berhasil menyelesaikan studi pascasarjana mereka. Acara wisuda periode ke-262 di Airlangga Convention Center ini menjadi saksi bisu pencapaian akademis luar biasa yang diraih oleh keluarga yang akrab disapa "The Hermansyah" ini.

Ashanty meraih gelar Doktor dalam bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dengan predikat memuaskan, mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94. Sementara itu, Anang Hermansyah berhasil memperoleh gelar Magister di bidang PSDM yang sama dengan IPK 3,96. Putra mereka, Azriel Hermansyah, juga menorehkan prestasi dengan menyelesaikan studi Magister Ilmu Politiknya dengan IPK 3,57. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi banyak orang yang berjuang menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan demi pendidikan.

Suasana khidmat prosesi wisuda mendadak berubah menjadi meriah ketika Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE, MSi, MFin, memberikan kejutan. Dengan spontan, ia meminta Anang Hermansyah dan Ashanty untuk menyumbangkan lagu di hadapan ribuan wisudawan dan tamu undangan yang memenuhi aula. Permintaan ini disambut dengan sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

"Sepertinya belum afdol jika keluarga Mas Anang Hermansyah dan Doktor Ashanty ini tidak menyumbangkan suara merdunya di tengah kita semua," ujar Rektor Madyan, disambut antusiasme para wisudawan. Ia kemudian mempersilakan pasangan musisi tersebut untuk naik ke panggung utama.

Menanggapi ajakan tersebut, Ashanty dan Anang dengan sigap naik ke panggung dan menghibur seluruh hadirin dengan membawakan lagu-lagu populer mereka, "Rumah Kita" dan "Cinta". Ashanty sempat mengungkapkan rasa harunya atas momen tak terduga ini. "Kita sering, Pak, ngisi nyanyi di acara-acara wisuda seperti ini, tapi belum pernah di acara wisuda sendiri," tuturnya sembari tersenyum.

Tak hanya memberikan penampilan spesial, Ashanty juga mendapat kepercayaan untuk menyampaikan pidato kehormatan mewakili seluruh wisudawan. Dalam pidatonya, Ashanty mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian akademis yang diraih bersama keluarganya. "Alhamdulillah, Allah izinkan merasakan momen spesial: wisuda bertiga, satu keluarga. Sebuah kenangan yang akan kami simpan selamanya," ujar Ashanty.

Ia secara khusus menyoroti pengorbanan Anang Hermansyah yang rela menunda kelulusannya selama tiga bulan demi bisa merayakan momen bersejarah ini bersama istri dan putra mereka. "Bangga sekali bisa wisuda bersama. Ini momen bersejarah dan pengalaman pribadi yang tidak bisa terulang lagi. Apalagi Mas Anang sampai mengundur wisuda selama tiga bulan agar bisa wisuda bersama anak dan istri," ungkap Ashanty.

Ashanty juga tak segan berbagi cerita tentang perjuangan beratnya membagi waktu antara karier di dunia hiburan, urusan keluarga, dan tuntutan akademis yang menguras energi fisik serta emosi. Ia mengakui bahwa ada kalanya ia hampir menyerah dalam menyelesaikan studinya. "Berdiri di podium rasanya seperti mimpi yang terwujud melalui kerja keras yang panjang. Mungkin banyak yang tidak tahu karena saya tidak menceritakan atau tidak posting bagaimana berkali-kali ada momen di saat-saat saya ingin memutuskan untuk tidak melanjutkan," bebernya.

Bahkan, di usianya yang menginjak 43 tahun, Ashanty mengaku sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan yang drastis menjelang sidang kelulusannya. "Banyak sekali momen setiap kali mau sidang saya pasti masuk UGD. Banyak sekali momen mau sidang saya selalu gemetar untuk ketemu sama penguji. Di usia 43 tahun, banyak rintangan dan perjuangan akademik yang tidak mudah," katanya. Ia menambahkan bahwa proses riset, sidang, dan perjalanan akademiknya telah mengajarkannya banyak hal tentang ketahanan diri dan kerendahan hati.

Lebih lanjut, Ashanty menekankan bahwa keberhasilan meraih gelar tertinggi ini tidak lepas dari dukungan penuh dari orang-orang terdekatnya. "Pencapaian ini adalah hasil dari perjuangan dan usaha yang tidak pernah berhenti. Saya bisa berdiri di sini karena dukungan suami, anak-anak, dan keluarga," tegasnya.

Di sisi lain, Anang Hermansyah menambahkan pandangannya mengenai atmosfer akademik di Unair yang dinilainya sangat mendukung bagi siapa pun yang ingin terus menuntut ilmu, tanpa memandang batasan usia. "Lingkungan Unair mendukung saya dalam menuntut ilmu dan mencapai keinginan. Saya bertekad melanjutkan studi S3 di kampus ini karena saya percaya bahwa mengejar pendidikan tidak ada batasnya," ungkap Anang.

Bagi Anang, esensi dari sebuah pendidikan tinggi bukan semata-mata tentang gelar yang diraih, melainkan tentang bagaimana ilmu yang diperoleh dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. "Yang penting bukan gelarnya, tetapi bagaimana ilmu itu bisa bermanfaat bagi orang lain," pungkas Anang Hermansyah, menggarisbawahi nilai fundamental dari pendidikan yang ia yakini. Momen wisuda keluarga ini menjadi bukti nyata bahwa usia bukanlah halangan untuk terus belajar dan berkontribusi.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All