Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali angkat bicara mengenai kontroversi kartu merah yang diterima pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, saat pertandingan melawan Maroko di Piala Dunia 2022. Infantino menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah murni dari penilaian wasit di lapangan, melainkan berdasarkan intervensi dari Video Assistant Referee (VAR).
Penjelasan ini disampaikan Infantino setelah meredanya euforia Piala Dunia, mengklarifikasi duduk perkara di balik insiden yang sempat menjadi perbincangan hangat. Ia secara spesifik menyatakan bahwa keputusan untuk memberikan kartu merah kepada Balogun tidak datang dari wasit utama secara langsung.
Menurut Infantino, adanya teknologi VAR memungkinkan adanya tinjauan ulang terhadap sebuah insiden. “Kartu merah Balogun itu bukan murni keputusan wasit di lapangan. Itu datang dari VAR,” ungkap Infantino, menekankan peran teknologi dalam pengambilan keputusan di sepak bola modern. Ia menambahkan bahwa, “Wasit di lapangan tidak melihatnya dan kemudian VAR memanggilnya.”
Pernyataan ini menggarisbawahi bagaimana sistem VAR bekerja, di mana asisten wasit video dapat meninjau kejadian dan merekomendasikan peninjauan oleh wasit di lapangan untuk keputusan krusial, seperti pelanggaran serius yang berujung pada kartu merah. Balogun sendiri menerima kartu merah pada menit ke-65 dalam pertandingan yang berlangsung pada 1 Desember 2022 di Al Bayt Stadium, Al Khor, Qatar.
Insiden tersebut terjadi ketika Balogun dinilai melakukan pelanggaran terhadap pemain Maroko. Namun, dengan adanya VAR, wasit kemudian meninjau ulang kejadian tersebut dan memutuskan untuk mengeluarkan kartu merah. Infantino berharap penjelasannya ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai proses di balik keputusan kontroversial tersebut dan bagaimana teknologi VAR berkontribusi dalam menegakkan keadilan di lapangan hijau.
