Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dilanda kekacauan baru setelah Andrea Pirlo dilaporkan harus angkat kaki dari jabatannya. Keputusan ini diambil menyusul gelombang protes keras terkait keterkaitan Pirlo dengan sebuah perusahaan taruhan asal Rusia. Situasi ini semakin memperparah kondisi FIGC yang memang tengah terpuruk akibat kegagalan beruntun Italia lolos ke Piala Dunia.
Pencoretan Pirlo dari posisinya, yang belum dikonfirmasi secara resmi oleh FIGC, menjadi pukulan telak bagi Federasi. Ujung tombak masalah ini adalah terkuaknya hubungan Pirlo dengan perusahaan taruhan Rusia tersebut. Detail mengenai sifat hubungan ini dan kapan persisnya keterlibatan tersebut terjadi masih menjadi sorotan publik dan internal FIGC.
Kabar pemecatan Pirlo ini mencuat di tengah ketidakpastian nasib Federasi yang telah menghadapi tiga kegagalan berturut-turut untuk menembus putaran final Piala Dunia. Kegagalan terbaru, yang terjadi pada kualifikasi Piala Dunia 2022, telah menimbulkan gelombang kekecewaan mendalam di kalangan penggemar sepak bola Italia.
Sebelumnya, Andrea Pirlo, legenda sepak bola Italia, dipercaya menduduki posisi penting di struktur sepak bola Italia. Namun, kontroversi yang melibatkan perusahaan taruhan Rusia ini tampaknya telah menutup pintu baginya untuk melanjutkan peran tersebut. Reaksi publik dan media terhadap isu ini sangat negatif, mendesak FIGC untuk segera mengambil tindakan tegas.
Meski belum ada pernyataan resmi dari FIGC mengenai pemecatan Pirlo, desas-desus yang beredar di kalangan jurnalis sepak bola Italia mengindikasikan langkah tersebut sudah diambil. Situasi ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi Federasi, yang kini harus segera mencari pengganti Pirlo sekaligus membenahi berbagai aspek organisasi di tengah tekanan publik yang kian meningkat.
