Militer Ansar Allah atau yang lebih dikenal sebagai kelompok Houthi, yang saat ini mengendalikan Yaman bagian utara, dilaporkan telah melancarkan serangan terhadap tiga kapal tanker minyak milik Arab Saudi. Serangan ini terjadi dalam rentang waktu dua hari terakhir, menimbulkan kekhawatiran baru di kawasan Teluk.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi serangan tersebut pada hari Selasa, 24 Mei 2022. Ia menyatakan bahwa operasi ini merupakan respons terhadap agresi yang berkelanjutan dan blokade yang diberlakukan oleh Arab Saudi dan koalisinya terhadap Yaman. Saree menegaskan bahwa Houthi akan terus mengambil tindakan balasan yang lebih keras jika agresi tersebut tidak dihentikan.
Kapal-kapal tanker yang menjadi sasaran adalah milik perusahaan pelayaran raksasa Saudi, Bahri. Menurut Saree, serangan tersebut berhasil mengenai sasaran dengan akurat. Ia juga menambahkan bahwa operasi ini merupakan bagian dari komitmen Houthi untuk membela kedaulatan dan kemerdekaan Yaman.
Serangan ini terjadi di tengah upaya PBB untuk mencapai gencatan senjata permanen di Yaman. Pertempuran telah berlangsung selama bertahun-tahun, menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah di negara tersebut. Serangan terhadap kapal-kapal tanker minyak ini berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan dan mengganggu pasokan energi global.
Pihak Arab Saudi sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan ini. Namun, insiden serupa sebelumnya seringkali memicu respons keras dari koalisi pimpinan Saudi. Analis menilai bahwa eskalasi terbaru ini dapat menghambat upaya perdamaian yang sedang digalakkan oleh komunitas internasional.
Lebih lanjut, juru bicara militer Houthi menggarisbawahi bahwa serangan ini tidak ditujukan untuk membahayakan warga sipil atau mengganggu lalu lintas maritim internasional. Namun, ia memperingatkan bahwa tindakan serupa akan terus dilakukan selama blokade dan agresi terhadap Yaman berlanjut. Langkah ini menjadi penanda bahwa konflik Yaman masih jauh dari kata usai, bahkan bisa meluas dampaknya.
