Teheran, Iran – Iran kembali menegaskan sikapnya terkait konflik yang melibatkan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, menyatakan pada Selasa (2/5/2023) bahwa tidak ada solusi militer yang dapat menyelesaikan perseteruan tersebut. Iran secara tegas menolak kemungkinan adanya intervensi militer dari pihaknya dan lebih mengutamakan penyelesaian melalui dialog.
Dalam konferensi pers mingguan yang digelar di Teheran, Kanaani menyampaikan bahwa pendekatan militer hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat Yaman. Ia menekankan pentingnya dialog antar pihak yang berkonflik sebagai jalan keluar yang paling efektif. “Solusi politik dan dialog adalah satu-satunya jalan keluar dari krisis Yaman,” tegas Kanaani.
Pernyataan ini disampaikan Iran di tengah upaya internasional yang terus dilakukan untuk mencari titik temu antara Arab Saudi dan Houthi. Sebelumnya, telah ada beberapa putaran negosiasi dan mediasi yang melibatkan berbagai aktor regional maupun internasional. Namun, hingga kini, perdamaian yang komprehensif di Yaman masih sulit terwujud.
Iran sendiri memiliki hubungan yang kompleks dengan kedua belah pihak. Teheran dituding mendukung kelompok Houthi, meskipun mereka secara konsisten membantah tudingan tersebut dan menyatakan hanya mendukung solusi politik. Sementara itu, Arab Saudi yang memimpin koalisi militer di Yaman, memandang Iran sebagai aktor yang destabilisasi di kawasan tersebut.
Kanaani menambahkan bahwa Iran siap mendukung setiap upaya yang mengarah pada perdamaian dan stabilitas di Yaman. Namun, dukungan tersebut haruslah berdasarkan prinsip-prinsip yang disepakati bersama oleh rakyat Yaman. “Kami percaya bahwa rakyat Yaman memiliki kapasitas untuk menentukan nasib mereka sendiri dan mencapai perdamaian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iran juga menyerukan agar semua pihak yang terlibat dalam konflik Yaman untuk menunjukkan kemauan politik demi tercapainya gencatan senjata yang permanen. Hal ini diharapkan dapat membuka jalan bagi penyaluran bantuan kemanusiaan yang lebih luas dan memulai proses rekonstruksi di negara yang telah dilanda perang bertahun-tahun tersebut. Konfrontasi militer, menurut Iran, hanya akan semakin memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah sangat memprihatinkan.
