Seorang mantan karyawan sebuah perusahaan di Amerika Serikat dilaporkan melakukan perusakan data masif sebagai bentuk balas dendam setelah dirinya diberhentikan. Tindakan nekat ini mengakibatkan penghapusan 180 server virtual milik perusahaan, yang berujung pada kerugian finansial mencapai angka fantastis, yaitu Rp 16,4 miliar.
Peristiwa ini terjadi pada 10 Februari 2023. Pelaku, yang identitasnya tidak diungkapkan oleh pihak berwenang, diduga kuat menyimpan dendam kesumat setelah kontrak kerjanya tidak diperpanjang. Dalam aksinya, ia menggunakan akses yang masih dimilikinya untuk menghapus seluruh data pada 180 server virtual yang dikelola oleh perusahaan tersebut.
Jaksa Penuntut Umum Amerika Serikat untuk Distrik Timur Virginia, Jessica D. Aber, dalam sebuah pernyataan pers mengungkapkan keseriusan kasus ini. Ia menyatakan, “Tindakan ini bukan sekadar perusakan data, tetapi merupakan serangan yang disengaja terhadap infrastruktur penting sebuah perusahaan. Kami akan menindak tegas setiap individu yang mencoba merusak stabilitas ekonomi melalui tindakan ilegal semacam ini.”
Lebih lanjut, Aber menambahkan, “Perusahaan yang menjadi korban telah melaporkan kerugian awal sebesar USD 1,1 juta, atau setara dengan Rp 16,4 miliar, akibat insiden ini.” Angka tersebut mencakup biaya pemulihan data, hilangnya pendapatan selama server tidak beroperasi, serta potensi hilangnya kepercayaan pelanggan.
Pihak berwenang berupaya keras untuk memulihkan data yang hilang, namun tingkat keberhasilan pemulihan masih belum pasti. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya keamanan siber di lingkungan kerja, terutama dalam menjaga akses bagi karyawan yang telah diberhentikan. Perusahaan diimbau untuk segera mencabut hak akses karyawan yang tidak lagi terikat kontrak kerja untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Pelaku kini menghadapi tuntutan pidana atas perbuatannya. Ancaman hukuman yang mungkin diterima pelaku mencakup denda besar dan penjara, sesuai dengan undang-undang yang berlaku mengenai perusakan aset digital dan kejahatan siber di Amerika Serikat.
