Investor asing kembali melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar modal Indonesia pada sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (19/6/2024). Totalnya mencapai Rp943,75 miliar, yang turut berkontribusi pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,39%.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi I hari ini mencatat pergerakan yang kurang menggembirakan bagi investor domestik. IHSG terpantau terkoreksi 0,39% atau setara dengan 26,67 poin, sehingga berada di level 6.703,45. Sementara itu, volume perdagangan mencapai 7,07 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp5,96 triliun.
Di tengah tren pelemahan ini, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp943,75 miliar. Hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran atau strategi divestasi dari para pelaku pasar internasional terhadap saham-saham di Indonesia.
Aksi jual bersih terbesar oleh investor asing pada sesi I hari ini terfokus pada sejumlah saham. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) menjadi salah satu emiten yang paling banyak dilepas. Selanjutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga mengalami tekanan jual yang signifikan dari investor asing.
Selain kedua saham tersebut, beberapa saham lain juga tercatat dalam daftar yang paling banyak dilepas investor asing. Rincian lengkap saham-saham yang mengalami net sell terbesar pada sesi I hari ini antara lain: PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) dengan net sell Rp174,5 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) senilai Rp119,8 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) sebesar Rp95,5 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp89,8 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp88,2 miliar.
Pergerakan ini mengindikasikan adanya preferensi investor asing untuk mengurangi eksposur mereka pada saham-saham tersebut, yang kemungkinan dipicu oleh berbagai faktor, termasuk sentimen pasar global maupun domestik, serta valuasi saham yang dianggap kurang menarik.
